UMKM Center, Upaya BSI Dukung Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Bangunan bercat putih itu dipenuhi dengan aneka produk UMKM lintas sektor. Menariknya, semua produk binaan Bank Syariah Indonesia (BSI) di UMKM Center dijual dengan harga produsen.


“Produk yang dijual di UMKM Center ini harganya tidak dinaikkan sama sekali. Kebijakan ini murni dilakukan untuk membantu memasarkan produk UMKM binaan kami”, ujar petugas pengelola UMKM Center Jogja yang saya temui pada Jum’at siang, 3 Maret 2023.

Komitmen BSI dalam mendukung program UMKM naik kelas juga ditunjukkan dengan beragam strategi. Selain menyalurkan pembiayaan pada segmen UMKM yang mencapai Rp 40,8 Triliun atau setara dengan 23,05% dari total portopolio pembiayaan BSI, bank syariah pelat merah ini juga berkomitmen meningkatkan porsi pembiayaan untuk UMKM dengan menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 6%.

Geliat ekonomi yang Tumbuh Seimbang Berkelanjutan sejatinya dapat dilihat dari banyaknya “kantong-kantong kreatif” yang mampu mewadahi kreasi dari para local champion kita. Atas dasar inilah BSI sebagai Bank Syariah terbesar di Indonesia begitu antusias mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan mengeluarkan berbagai program bagi pelaku UMKM binaannya.

Satu diantaranya dengan membangun UMKM Center di berbagai kantong UMKM di Indonesia, termasuk di Yogyakarta. Melalui UMKM Center, BSI ingin memotong jarak yang terpampang antara pelaku usaha dengan para konsumennya.

Sejalan dengan tagline “Go Halal, Go Digital dan Go Global”, UMKM Center besutan BSI ini senantiasa beradaptasi dengan teknologi terkini guna mendorong UMKM untuk naik kelas. Hal ini terlihat jelas saat saya memasuki gedung yang menjadi rumah singgah offline puluhan UMKM dari seantero Jogja pada Jum’at siang tadi.

Sepanjang pengamatan saya, semua produk kuliner yang dipajang di UMKM Center Yogyakarta telah dikemas dengan baik dan menarik. Lengkap dengan penjelasan terkait komposisi, tanggal kadaluarsa dan berbagai ijin edar dari instansi terkait, seperti Nomor P-IRT, Kode BPOM hingga Logo Halal MUI.

Standardisasi kemasan yang demikian tentu menambah nilai jual produk UMKM kita. Selain bertujuan untuk merebut konsumen dalam negeri, value produk yang semakin baik diharapkan dapat membuka jalan berbagai produk lokal untuk bersaing di kancah global.

Selain menjadi rumah bagi ratusan pelaku UMKM, BSI juga mensupport mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan memperkenalkan profil digital pelaku usaha melalui metode scan barcode. Jadi jangan heran jika di setiap sudut rak produk binaan BSI di UMKM Center ini dilengkapi dengan barcode-barcode tertentu.

Dengan sekali klik, konsumen bisa langsung berkenalan dengan media sosial pelaku UMKM yang dipajang di gerai UMKM Center. Selain itu proses pembayaran di sini juga sudah terintegrasi dengan berbagai dompet digital melalui layanan QRIS. Pokoknya tinggal scan barcode lalu klik, klik, klik! Beres.

Kini sudah ada 3 UMKM Center (Aceh, Yogyakarta dan Surabaya) yang berhasil dibangun oleh BSI dengan total binaan mencapai ribuan UMKM. Di Aceh ada 831 UMKM, Yogyakarta dengan 218 UMKM, lalu disusul dengan Surabaya dengan 128 UMKM.

Jumlah yang sangat mungkin untuk berkembang pesat di masa yang akan datang. Data Kemenkop menyebutkan bahwa jumlah UMKM di Indonesia per Maret 2021 mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 8.574 Triliun.

Sektor UMKM juga ditengarai mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, sekaligus menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Di sisi lain, UMKM juga terbukti kokoh dalam menghadapi berbagai pergolakan ekonomi dunia sehingga dinilai sebagai tulang punggung sekaligus masa depan ekonomi Indonesia. Tidak heran jika BSI begitu serius menggarap sektor grassroot ini.

Kurasi ketat dari pihak BSI dalam menghadirkan berbagai produk terbaik karya anak bangsa menepis keraguan saya untuk mencicipi beberapa produk kuliner binaan Bank Syariah terbesar di Indonesia ini.

Siang tadi saya membawa pulang keripik pisang salut cokelat bubuk buatan UMKM dari Desa Wisata Nglanggeran serta keripik pisang varian honey dan garlic & sea salt dari Bananania. Karena dijual dengan harga produsen, ketiganya saya tebus dengan harga Rp 40.0000, saja.

Dari sisi kemasan, ketiga produk binaan BSI ini sudah begitu proper. Pun sudah dilengkapi dengan zipper yang memudahkan untuk menyimpan sisa makanan yang telah dibuka. Soal rasa, semuanya enak. Tidak ada yang mengecewakan.

Kawan-kawan yang berkesempatan datang ke Jogja, jangan lupa mampir ke sini ya. UMKM Center besutan BSI ini bisa dijumpai di Jalan Doktor Sutomo No. 8 Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Gerainya berada di sisi timur jalan.

Mari jalan bersama untuk bangkitkan made in Indonesia.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Sumber referensi:

https://www.bankbsi.co.id/news-update/berita/dukung-usaha-rakyat-bsi-resmikan-umkm-center-kedua-di-yogyakarta
https://www.bankbsi.co.id/news-update/berita/dukung-usaha-rakyat-bsi-resmikan-umkm-center-kedua-di-yogyakarta
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/11/indonesia-punya-umkm-terbanyak-di-asean-bagaimana-daya-saingnya
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-semarang/baca-artikel/15395/Optimalkan-Potensi-UMKM-terhadap-PDB-Indonesia-melalui-Lelang-UMKM.html
https://www.google.com/amp/s/news.detik.com/kolom/d-6477093/go-digital-dan-mendunia-lewat-bsi-umkm-center/amp

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment