Tetap Tenang Menghadapi Pandemi dengan Berita Terpercaya dari Pusat Informasi Corona Kumparan

“Beb, ibuku meninggal”.

Sungguh, pesan singkat dari seorang kawan kala itu sontak membuat hati saya terasa begitu pilu. Pagi dikabari kritis, malam harinya beliau berpulang. Tak ayal air mata ini pun mengalir cukup deras hingga membuat dada saya terasa sesak. 

Merelakan kepergian ibunda tercinta di tengah suasana pandemi tentu tidak mudah. Ditambah lagi ada fitnah yang menyebar bahwasanya almarhum ibu kawan saya tersebut meninggal karena paparan virus corona. Sudah jatuh, tertimpa tangga. Begitu kira-kira peribahasa yang menggambarkan kondisi kawan saya kala itu.

Padahal saya tahu betul, sejak tahu lalu sang ibu memang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Kebetulan Desember kemarin, saat beliau menjalani perawatan, bapak saya juga harus mondok di rumah sakit. Jadilah kami hanya bisa berkabar sekaligus saling menyemangati via pesan singkat dari layar gawai. 

Menurut hemat saya, selain karena asupan informasi yang kurang memadai, kemungkinan penyebar hoax tersebut hanya bertumpu pada informasi bahwa almarhum ada riwayat penyakit paru-paru, ditambah beliau sempat diketahui usai menyelesaikan urusan di luar kota. Tak ayal kabar terkena korona ini pada akhirnya menyebar begitu cepat. 

“Padahal kalau tetangga bukannya seharusnya tahu kalau beliau sakit, ya?”, gumam saya dalam hati saat mengetahui pengalaman buruk yang menimpa kawan saya itu.

Selain berusaha menjadi pendengar yang baik, rasa-rasanya hanya kalimat “Sabar ya, beb”, yang mampu saya kirim berulang kali sebagai penguat akan cobaan yang tengah ia alami sepanjang pandemi ini.

Meski sudah ada keterangan dan edukasi baik dari dokter maupun babinsa bahwa kepergian almarhum ibu kawan saya bukan disebabkan oleh paparan virus corona, pada kenyataannya fitnah itu tetap menyebar begitu saja. Sampai-sampai ada warga sekitar yang bersikap kurang kooperatif saat prosesi pemakaman akan dilangsungkan.

“Padahal jenazah ibu itu sudah disucikan sesuai protokol oleh pihak rohani rumah sakit, termasuk disemprot disinfektan dan diberi lapisan plastik. Tapi tetap saja rumor jahat menyebar begitu cepat”, ungkapnya sesaat kemudian. 

Deg!”.

Lagi-lagi hanya kalimat pamungkas “Sabar ya, beb” yang mampu saya kirimkan untuk menguatkan hatinya. 

Hingga saat ini saya tidak tahu apa motif dibalik perilaku tidak manusiawi orang-orang yang menolak jenazah pasien corona ataupun jenazah orang yang dikira meninggal akibat paparan virus covid 19 ini. Namun satu yang pasti, tindakan mereka ini salah satunya pasti dilandasi oleh tidak cerdasnya kebiasaan menggali informasi di tengah deras dan cepatnya sebaran berita di berbagai laman media.


Cerdas Gali Informasi di Tengah Pandemi

Sebagai anak milenial yang anti ribet-ribet club saya lebih memilih cara-cara yang praktis bin mudah untuk melindungi keluarga dari berita hoax yang entah dari mana kloningannya selalu lahir dan mampir di berbagai group What’s App keluarga atau teman lama. 

Sedih rasanya mengetahui hal pilu seperti ini ternyata dirasakan pula oleh salah satu kawan dekat saya. Karena itulah saya selalu mewanti-wanti keluarga inti untuk selalu menyaring berbagai informasi yang akan “dikonsumsi”. Apalagi di tengah pandemi semacam ini dimana secara psikologis banyak orang yang mulai lelah sehingga lebih mudah percaya pada berbagai informasi asal disebarkan oleh teman sendiri.

Untung saja ada kumparan. Situs berita andalan yang sudah lama nangkring di gawai ini menjadi bekal yang cukup untuk mendapatkan berbagai informasi terkini tanpa takut tersisipi oleh berita tanpa kurasi.

Kabar baiknya, Aplikasi Kumparan dapat diunduh dengan mudah baik melalui App Store maupun Play Store. Ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali menginstalkan aplikasi berita terkini, semua informasi yang diperlukan anggota keluarga auto tersaji di layar gawai. Inilah salah satu pilihan saya untuk meminimalisir tersebarnya hoax di lingkungan keluarga.

Selain menyajikan berbagai kelompok berita, mulai dari News, ⁹Entertainment, Mom, Food & Travel, Tekno & Sains, Otomotif, Woman, Bola & Sport hingga Bisnis, Kumparan juga membuka sajian khusus terkait segala Informasi Corona bertajuk Pusat Informasi Corona. Sesuai dengan namanya, kanal ini yang berisi a hingga z terkait pandemi yang saat ini tengah melanda dunia mulai dari cara-cara memahami seluk beluk virus corona, tips pencegahan diri dan keluarga selama masa pandemi, prosedur tes dan pengobatan corona, tips happy at home, informasi rumah sakit rujukan di berbagai daerah, hotline yang dapat dihubungi 24 jam, berbagai pengumuman penting pemerintah hingga kumpulan doa. 

Kumparan paham betul bahwasanya virus ini tidak hanya perlu dilawan dengan perbuatan, namun juga penguatan mental dan harapan dari segala sisi, tidak terkecuali dengan doa yang dipanjatkan sesuai keyakinan kita masing-masing. 

Kumparan juga sadar bahwa pandemi akan lebih mudah dilawan jika kita semua saling “bergandengan” tangan dalam membantu berbagai pihak yang memerlukan. Karena itulah aplikasi berita andalan saya ini juga membuka donasi yang nantinya akan disalurkan pada mereka yang terdampak akibat corona.

Menariknya lagi, berbagai berita yang disajikan oleh Kumparan menggunakan bahasa yang lugas sehingga mudah dipahami lintas generasi. Pilihan topik berita yang ingin dikonsumsi pun dapat disesuaikan dengan selera masing-masing pembaca. Istilah kata tinggal klik klik klik sesuai minat baca, voila, keluarlah berbagai informasi terkini.

Pilihan berita di Kumparan yang terbilang pendek, lengkap dengan judul anti klikbait menjadikan Kumparan sebagai pilihan aplikasi informasi tidak membosankan. Background yang bersih memudahkan pembaca dalam menikmati sajian informasi pada aplikasi ini.

Bersama informasi terpercaya dari Kumparan rasa-rasanya #TetapTenangUntukMenang bukan isapan jempol semata. Semoga sharing saya kali ini membawa #BerkahNulisDiRumah baik bagi saya maupun pembaca setia blog ini.

Jadi, sudah pada pasang aplikasi Kumparan di gawai kesayangan apa belum, nih?

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

“Artikel ini diikutsertakan pada Marathon Blog Ramadhan Berhadiah THR Jutaan Rupiah yang diselenggarakan oleh Kumparan”

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment