Sehat yang Murah Semudah Mengkonsumsi Sayur dan Buah

Capcay Modifikasi, Alternatif Kuliner Lezat dan Sehat di Musim Hujan (Dokumentasi Pribadi)

Capcay Modifikasi, Alternatif Kuliner Lezat dan Sehat di Musim Hujan (Dokumentasi Pribadi)

Setiap musim hujan tiba sepertinya makanan panas dan berkuah masih menjadi menu yang paling banyak dicari. Persis seperti cuaca saat ini yang seringkali diluar diprediksi. Paginya cerah, eh siangnya air hujan tetiba saja melimpah. Sorenya benderang, lakok pulangnya kehujanan juga. Kalau sudah begini enaknya memang ditemani yang hangat. Lebih enak lagi kalau bisa dibuat dengan cara yang mudah.

Sebagai golongan pecinta makanan yang anti ribet-ribet klub, hubungan saya dengan sayur dan buah terbilang dekat. Kalau sedang musim hujan begini, saya senang nyeruput sesuatu yang panas, berkuah dan pedas. Sebuah kombinasi yang pas untuk menangkal dinginnya hujan sekaligus menghangatkan badan. Saat seperti ini, capcay menjadi kudapan yang paling lekat di hati. Makanan berbahan dasar sayur ini sudah enak, sehat, eh kenyangnya tahan lama pula. Sebuah solusi yang murah meriah untuk mengganjal lapar yang konon kerap melanda saat musim hujan tiba.

Naiknya nafsu makan saat musim hujan memang nyata adanya, pun pernah diteliti pula secara ilmiah. Dilansir dari doktersehat.com, menurut Judith Wartman, seorang pakar dari Mssachusetts Institute of Technology, naiknya nafsu makan ini ternyata dipengaruhi oleh turunnya paparan sinar matahari pada tubuh yang berdampak pada menurunnya hormon serotonin. Jenis hormon yang membantu mengendalikan nafsu makan, tidur hingga mood seseorang. Turunnya serotonin inilah yang membuat otak mengeluarkan sinyal lapar lebih banyak.

Buah Naga, Camilan Sehat Langsung Hap (Dokumentasi Pribadi)

Buah Naga, Camilan Sehat Langsung Hap (Dokumentasi Pribadi)

Kalau sudah begini, tentu kita tidak bisa terus-terusan menghindari rasa lapar yang kerap melanda selama musim hujan tiba. Yang dapat kita lakukan hanyalah mengontrol asupan nutrisi yang kita konsumsi sehari-hari agar tetap berenergi tanpa menimbulkan rasa kantuk. Karena itulah kita harus pintar dalam memilih asupan makanan, utamanya di musim hujan yang acap kali menaikkan frekuensi makan.

Pada dasarnya titik kritis makanan yang mudah membuat ngantuk itu cukup mudah diketahui karena hanya bertumpu pada besaran kandungan indeks glikemiknya (IG) saja. Indeks glikemik merupakan suatu ukuran yang digunakan untuk mengindikasikan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan atau minuman dapat diubah menjadi gula oleh tubuh kita. Semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, maka semakin cepat pula karbohidrat diubah menjadi gula lalu diserap oleh tubuh. Karena itulah semakin sering seseorang mengkonsumsi makanan berindeks glikemik tinggi maka akan semakin sering pula terjadi lonjakan kadar gula dalam darahnya.

Mengapa disebut lonjakan? Karena makanan berindeks glikemik tinggi lebih mudah diserap tubuh sehingga kadar gula dalam darah dapat melonjak dalam waktu yang cukup singkat. Sayangnya hal ini bersifat sebentar saja. Semakin cepat gula dipecah dan diserap tubuh maka semakin cepat pula menimbulkan rangsangan pada otak untuk mengirim sinyal lapar ke tubuh. Alasan inilah yang membuat banyak pakar kesehatan menyarankan untuk menyertakan sayur dan buah di setiap kali makan.

Telur bayam dan Tempura Terong, Camilan Sehat Berbahan Sayur ( Dokumentasi Pribadi)

Telur bayam dan Tempura Terong, Camilan Sehat Berbahan Sayur ( Dokumentasi Pribadi)

Indeks glikemik yang rendah, ditambah kandungan vitamin, mineral dan serat pada berbagai macam sayur dan buah akan memperlambat proses pemecahan karbohidrat menjadi gula sehingga memberikan rasa kenyang yang tahan lebih lama. Jadi jangan heran jika menu berbahan sayur seperti capcay hingga aneka jenis sup menjadi menu andalan banyak kalangan selama musim hujan. Hangatnya dapat, kenyangnya dapat dan yang terpenting sehatnya juga tidak terlewat.

Saya ingat betul dari jaman kuliah di pertengahan tahun 2000-an, capcay menjadi salah satu menu favorit yang banyak dipesan teman-teman. Sampa saat ini pun tak ada beda. Masih banyak kawan yang suka makan capcay. Jadi jangan heran jika menu ini banyak tersedia di berbagai restoran hingga warung tenda di pinggir jalan. Maklum saja, namanya juga generasi jaman now. Maunya tetep makan enak, tapi murah, bikin kenyang plus baik pula untuk kesehatan.

Tentu saja capcay masuk di semua kriteria baik di atas. Dengan harga yang cukup bersahabat, olahan aneka sayur segar seperti kembang kol, wortel, pokcoy, sawi dan daun bawang ini masih akan dimasak dengan sumber protein hewani yang lezat seperti telur, daging, ayam, udang ataupun sosis. Sudah terbayang bukan kombinasi nutrisi yang terkandung di dalam seporsi capcay? Vitamin, mineral dan serat penting hadir dari sayur, proteinnya tersaji dari tambahan topping yang bisa dikombinasikan sesuai selera. Tinggal pesan atau bikin sendiri sesuai selera.

Capcay Modifikasi, Alternatif Kuliner Lezat dan Sehat di Musim Hujan (Dokumentasi Pribadi)

Capcay Modifikasi, Alternatif Kuliner Lezat dan Sehat di Musim Hujan (Dokumentasi Pribadi)

Untuk saat ini saya lebih sering masak sendiri. Selain lebih hemat, sayurannya bisa lebih dibanyakin. Toh tinggal masuk-masukin bahan yang ada di kulkas saja. Jadinya ya gitu deh. Bumbu tetap capcay, tapi bahan yang dimasak menyesuaikan isi kulkas. Seperti yang saya buat kali ini. Capcay kuah pedas berbahan jagung, udang dan pokcoy. Meski bikin sendiri rasanya nggak kalah sama warung sebelah.

Salah satu kelebihan memasak sendiri itu sekali masak bisa untuk makan berkali-kali. Saking seringnya masak capcay, pokcoy dan cabai termasuk salah satu sayuran yang sering masuk di tas belanja. Kedua bahan ini rasanya cocok dibuat apa saja, mulai dari campuran aneka rupa makanan berkuah hingga dibuat tambahan saat membuat nasi goreng hingga mie lethek rebus. Itu lho mie khas Jogja yang dibuat dari campuran tepung singkong dan tapioka. Kalau sedang tidak ada pokcoy, ya bisa diganti dengan sayur sejenis seperti sawi hijau atau kubis.

Tempura Sayur. Camilan Enak yang Berbahan Sayur (Dokumentasi Pribadi)

Tempura Sayur. Camilan Enak yang Berbahan Sayur (Dokumentasi Pribadi)

Selain itu sayur juga enak juga dibuat tempura. Tempura sayur namanya. Sebutan untuk sayur goreng yang dibalur dengan tepung tipis berbumbu gurih. Asyiknya lagi nih, ternyata banyak juga lho sayur yang enak diolah dengan cara ini, mulai dari kembang kol, brokoli, buncis, kacang panjang hingga kangkung. Bahkan di sebuah warung makan di Jogja, tempura sayurnya dilengkapi dengan paduan batang daun bawang dan wortel goreng yang ternyata rasanya enak dan tidak nyegrak. Love banget jadinya sama menu yang satu ini.

Kalau masak sendiri di rumah, favorit saya sih tempura kembang kol. Sudah bahannya murah, penyusutan kembang kol saat digoreng bisa dibilang sangat sedikit. Jadi nggoreng sebiji kembang kol berukuran sedang saja sudah cukup untuk lauk makan sekaligus sebagai stok cemilan. Karena nyemil sayur itu enak, tidak terasa lama-kelamaan malah jadi kebiasaan! Asal ada stok kembang kol di kulkas rasanya aman, hehe.

Jus Wortel Buatan Sendiri (Dokumentasi Pribadi)

Jus Wortel Buatan Sendiri (Dokumentasi Pribadi)

Pun saat panas dan malas melanda. Ternyata buah dan sayur tetap menjadi “pemadam” lapar yang cepat dan sehat. Tinggal cuci dan potong saja bisa langsung disantap. Kalau mau dijus juga bisa. Ditambah mayonnaise bisa jadi salad. Dicampur air minum, cabai dan garam bisa jadi asinan. Sudah mudah dan murah untuk diolah, eh dikasih bonus kenyang plus terhindar dari susah buang air besar pula! Di era digital yang yang serba cepat ini rasa-rasanya kok rugi banget gitu kalau sampai buang-buang waktu karena bermasalah saat mau “buang hajat” alias sembelit. Apalagi kini banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk mengubah seuprit lahan menjadi ladang tanaman, tidak terkecuali untuk menanam sayur dan buah.

Asinan Nanas, Camilan Sehat yang Mudah Dibuat (Dokumentasi Pribadi)

Asinan Nanas, Camilan Sehat yang Mudah Dibuat (Dokumentasi Pribadi)

Menanam, Alternatif Pintar untuk Ketahanan Pangan di Rumah

Beragam manfaat olahan sayur dan buah telah membuka cara pandang banyak orang. Yang dulunya gemar tanaman hias, perlahan mulai menyediakan ruang untuk tanaman pangan. Kabar baiknya, hal semacam ini tidak hanya giat dilakukan di desa saja, namun sudah merambah ke area perkotaan. Jadi jangan heran jika banyak halaman rumah yang luasnya seuprit tapi mampu menghasilkan sayur organik meski baru memenuhi untuk konsumsi pribadi. Hal ini terjadi pula di halaman rumah saya. Kini halaman yang luasnya hanya beberapa meter ini dipenuhi aneka rupa tanaman pangan.

Halaman Rumah Ditanami Sayur dan Buah (Dokumentasi Pribadi)

Halaman Rumah Ditanami Sayur dan Buah (Dokumentasi Pribadi)

Halaman Rumah Ditanami Sayur dan Buah (Dokumentasi Pribadi)

Halaman Rumah Ditanami Sayur dan Buah (Dokumentasi Pribadi)

Foto di atas adalah potret halaman rumah kami. Foto pertama ada jambu biji merah yang buahnya cukup melimpah, dan foto di bawahnya adalah si merah delima. Tak jarang keduanya kerap diminta tetangga, saudara hingga jadi pilihan buah tangan gratisan bagi teman-teman yang sedang main ke rumah. Buah delima baru bisa dipanen setelah kulit luarnya mletek. Jadi sekali panen biasanya hanya satu atau dua buah saja. Lain halnya dengan buah jambu bisa dipanen setengah matang ataupun saat matang pohon. Kalau sedang lebat-lebatnya, sehari bisa panen jambu hingga satu ember.

Selain dibuat jus yang di mix dengan buah lain seperti wortel, jambu biji merah di depan kerap dijadikan setup. Itu lho minuman jaman dulu yang dibuat dari potongan buah jambu yang direbus dengan air dan gula pasir. Pengawetan jambu semacam ini bisa tahan hingga berhari-hari. Kalau pagi enaknya nyeruput setup yang masih panas. Sebaliknya, saat terik siang melanda, setup dingin dapat menyegarkan dahaga tanpa takut kantong jadi kering karenanya.

Pohon Pepaya di Halaman Rumah (Dokumentasi Pribadi)

Pohon Pepaya di Halaman Rumah (Dokumentasi Pribadi)

Sarapan Sehat dari Rumah (Dokumentasi Pribadi)

Sarapan Sehat dari Rumah (Dokumentasi Pribadi)

Telur bayam dan Tempura Terong, Camilan Sehat Berbahan Sayur ( Dokumentasi Pribadi)

Telur bayam dan Tempura Terong, Camilan Sehat Berbahan Sayur (Dokumentasi Pribadi)

Manfaat menanam memang begitu. Selain lebih hemat dan sehat karena lahan tanam yang terkontrol, masak dari hasil kebun sendiri itu rasanya bisa nambah stok happy hingga berhari-hari. Plus jadi enggak ragu kalau mau konsumsi ini itu. Termasuk saat mau bereksperimen membuat aneka rupa kudapan atau minuman berbahan sayur ataupun buah. Sehari metik cabai lima biji saja sudah bikin bahagia sepanjang hari. Belum lagi kalau ada barengan dedaunan yang dipanen di hari yang sama. Saking senengnya, kadang bisa menurunkan “biaya instastory” hingga dibuat semurah ini, hehehe. Cukup petik sayur atau buah dari halaman sudah bisa jadi status yang membanggakan sekaligus membahagiakan.

Tidak perlu khawatir jika kawan-kawan ingin mencoba menanam sayur atau buah di rumah. Selain banyak tersedia metode penanaman yang cukup mudah untuk dilakukan, biji buah dan sayur unggulan pun cukup mudah didapatkan. Pemilihan bibit unggul ini penting dilakukan karena ada beberapa kendala yang mungkin dialami selama proses penanaman, mulai dari faktor cuaca yang berpengaruh pada asupan sinar matahari dan kadar air tanaman budidaya kita, serangan hama penyakit hingga sifat alami sayur dan buah yang mudah rusak.

Aneka Jenis Benih Sayur dan Buah Unggulan dari Cap Panah Merah Produksi PT. EWINDO (Sumber www.panahmerah.id)

Aneka Jenis Benih Sayur dan Buah Unggulan dari Cap Panah Merah Produksi PT. EWINDO (Sumber www.panahmerah.id)

Kabar baiknya, kini ada bibit unggul produksi dalam negeri yang cocok ditanam di seantero negeri, baik di dataran tinggi hingga dataran rendah. Cap Panah Merah namanya.  Brand lokal yang Selain menawarkan aneka jenis bibit unggul dengan beragam varietas yang mumpuni. Tercatat ada 23 jenis tanaman pangan unggulan aneka varietas oleh brand besutan PT. EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) ini, seperti kembang kol, caisim, kangkung, bayam, paria, kobis, terong, tomat, melon, semangka, selada, cabai dan masih banyak lagi. Nantinya bibit-bibit tersebut bisa ditanam dengan metode yang sesuai dengan kondisi dan luas pekarangan, juga anggaran yang telah dipersiapkan.

Tidak perlu khawatir dengan kualitas bibit dari perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia ini. Pasalnya semua bibit unggulan produksi PT EWINDO dihasilkan oleh tenaga ahli profesional yang telah berpengalaman di bidang pemuliaan tanaman dan perbenihan. Dengan misi menyediakan benih berkualitas tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperbesar konsumsi sayuran, PT. EWINDO juga memiliki tujuan mulia yakni berperan dalam pengembangan industri benih lokal yang canggih untuk menghasilkan benih sayur berkualitas tinggi.

Penjelasan Mendetail Terkait Produk Cap Panah Merah (Sumber www.panahmerah.id)

Penjelasan Mendetail Terkait Produk Cap Panah Merah (Sumber www.panahmerah.id)

Menariknya lagi, di setiap varietas tanaman pangan dari Cap Panah Merah juga dijelaskan secara detail mulai dari panduan budidaya yang lengkap dan deskripsi biji yang mencakup rekomendasi lokasi penanaman, ketahanan terhadap penyakit, lama panen hingga potensi hasil panen yang dapat dipetik. Semuanya tersaji lengkap di www.panahmerah.id. Jadi kapan nih mau narget petik sayur dan buah dari kebun sendiri?

Salam sehat dari Jogja,

-Retno-

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog “Berbagi Informasi Nutrisi (BION)” yang diselenggarakan oleh Cap Panah Merah.

Banner Lomba Blog "Berbagi Informasi Nutrisi (BION)" yang diselenggarakan oleh Cap Panah Merah

Banner Lomba Blog “Berbagi Informasi Nutrisi (BION)” yang diselenggarakan oleh Cap Panah Merah

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me