Sehat, Kreatif dan Kolaboratif: Kunci SDM Unggul untuk Indonesia yang Lebih Produktif

Membangun Indonesia tentu tidak bisa dilakukan sendirian saja. Perlu usaha bersama guna meneruskan cita-cita luhur para pahlawan bangsa. Dalam hal ini, memantik generasi muda untuk menjaga kesehatan mutlak dilakukan. Apapun alasannya, kerja sama membangun Indonesia tentu terasa lebih ringan jika dilakukan dalam kondisi prima.

Harapannya sederhana saja. Agar ide untuk berkreasi dan semangat untuk berkolaborasi tidak terhalang oleh infeksi penyakit yang dapat menyerang generasi penerus negeri. Disadari atau tidak, sehat, kreatif dan kolaboratif merupakan kunci SDM unggul untuk Indonesia yang lebih produktif.

Mengembangkan Potensi Ekonomi Kreatif Lokal, Memperkuat Indonesia Menuju Kancah Global

Dua tahun lalu saya pernah bergabung dalam sebuah program kolaboratif yang digagas oleh salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Program dengan tawaran tugas yang cukup mengesankan ini mengharuskan semua peserta untuk live in di desa. Tujuannya sederhana namun mulia. Untuk membantu mengembangkan potensi ekonomi kreatif lokal.

Dalam program semacam “Desainer Masuk Desa” ini diharapkan semua peserta dapat berkreasi sekaligus berkolaborasi dengan local champion setempat.  Selain dapat menjadi ajang pengembangan diri, diharapkan kedua belah mendapatkan ethical benefit sharing yang sepadan. Sebuah tujuan sederhana yang begitu terngiang di lubuk sanubari.

“Agar kedua belah pihak mendapatkan ethical benefit sharing yang sepadan”.

Disadari atau tidak, melalui kolaborasi apik semacam ini, beli putus barang jadi dari pelaku UMKM lalu direbranding sendiri bisa dibilang bukan jamannya lagi. Kalau mau sama-sama “membesarkan” Indonesia, dalam setiap porsi kolaborasi kedua belah pihak wajib mengantongi ethical benefit sharing yang setara.

Sebagai spesialis media, kala itu saya bertugas mengekspos kegiatan kawan-kawan desainer yang tengah berkolaborasi dengan pelaku kreatif di Banjarmasin. Di akhir sesi, terdapat beberapa hasil kolaborasi yang sebagian diantaranya dipamerkan dalam berbagai pameran kreatif berskala lokal maupun nasional.

Kolaborasi antara desainer tekstil, desainer fashion dan pengrajin sasirangan warna alam khas Banjarmasin misalnya. Beberapa karya kolaboratif mereka sempat dipamerkan dalam berbagai ajang fashion terkemuka seperti Inacraft, Adiwastra dan Jakarta Fashion Week.

Pemerintah sadar betul bahwa pengembangkan SDM dan potensi ekonomi kreatif (ekraf) lokal merupakan kunci masa depan Indonesia untuk bersaing di era revolusi industri 4.0. Apalagi pertumbuhan sektor ekraf yang naik secara signifikan dari tahun ke tahun. Tidak heran rasanya sektor ini digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Berbagi Inspirasi Pada Sesama, Membesarkan Indonesia Secepat-Cepatnya

Kreasi Binder dan Dompet Etnik Karya Local Champion
Kreasi Binder dan Dompet Etnik Karya Local Champion

Saya tidak mau bersugesti negatif pada negeri sendiri. Yang saya percayai sampai saat ini, Indonesia itu tidak kekurangan orang pintar. Setidaknya hal ini terbukti dari jumlah aplikasi yang lolos seleksi dari ketatnya persyaratan berbagai lembaga penyedia beasiswa untuk pelajar dari Indonesia.

Dengan asumsi bonus demografi yang ciamik, ditambah dengan jumlah kaum terdidik yang makin banyak dari hari ke hari, seharusnya moment apik semacam ini bisa dimanfaatkan untuk “membesarkan” NKRI.  

Apalagi kini tersedia berbagai pilihan menarik yang dapat dilakukan sebagai wujud cinta kita pada negara. Beberapa diantaranya bahkan secara khusus menyasar pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia di pelosok nusantara.

Sungguh tak pernah disangka sebelumnya, aneka rupa program peningkatan kapasitas di berbagai penjuru negeri ternyata begitu digemari oleh muda-mudi kebanggaan ibu pertiwi.

Di bidang pendidikan, nama Indonesia Mengajar mungkin tidak asing lagi. Meski diwajibkan mengajar di pelosok nusantara, nyatanya menjadi Pengajar Muda (sebutan untuk peserta Indonesia Mengajar) kini menjelma menjadi salah satu pekerjaan yang diimpikan kawula muda.

Program kenamaan ini bahkan berhasil menelurkan berbagai program inspiratif lainnya. Satu diantaranya bernama Kelas Inspirasi. Sebuah kelas berdurasi satu hari yang diisi oleh kakak-kakak lintas profesi yang bercerita mengenai ragam pekerjaan yang saat ini tengah dijalani.

Tidak terbayang sebelumnya ada program-program baik semacam ini. Selain diwajibkan untuk mengajukan cuti jauh-jauh hari, relawan yang berniat untuk berkontribusi di Kelas Inspirasi juga wajib mengeluarkan “kocek” sendiri untuk berbagi inspirasi profesi pada adik-adik di berbagai penjuru negeri.

Ini baru di bidang pendidikan ya. Di bidang kesehatan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan Program Nusantara Sehat. Sebuah program yang bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan primer melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di berbagai daerah perifer.  

Di sisi lain pengembangan pada 16 sub sektor ekonomi kreatif juga begitu diperhatikan pemerintah melalui berbagai program yang dilakukan di bawah tanggung jawab berbagai lembaga, badan maupun kementerian terkait.

Dalam hal pengembangan industri sepatu nasional misalnya, pemerintah melalui Balai Persepatuan Republik Indonesia sedang galak-galaknya melakukan pendampingan kepada pengrajin sepatu lokal dengan harapan dapat memasuki pangsa pasar yang lebih besar.

Guna membantu memajukan kualitas SDM Indonesia di berbagai bidang, Kamar Dagang Industri (Kadin) pun tidak mau “ketinggalan langkah”. Organisasi yang pertama kali dibentuk tanggal 24 September 1968 ini kerap menyelenggarakan berbagai program khusus bagi para pelaku usaha, mulai dari Pelatihan Digital Interaktif Marketing Tools, Workshop dari Bisnis Online ke Offline hingga Forum Group Discussion dengan mengangkat berbagai topik bisnis yang sedang hangat diperbincangkan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM dalam negeri, Kadin Indonesia juga aktif bersinergi dengan berbagai pihak terkait. Bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan, Kadin membuka program pemagangan dengan target sebanyak empat ratus ribu peserta.

Selain mendapat pengalaman kerja yang sesungguhnya, program ini diharapkan dapat membentuk sikap, mental dan perilaku SDM sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Peningkatan kualitas SDM semacam ini tentu menjadi win-win solution antara pelaku usaha, tenaga kerja dan investor yang yang berinvestasi di Indonesia.

Dari ide-ide baik semacam ini, setidaknya kita menyadari bahwa membangun Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian saja. Semua memerlukan ide, kreasi serta kolaborasi yang disusun dengan rapi sehingga kian hari kita kian dekat pada visi dan misi yang diimpikan oleh seluruh penduduk negeri.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me