Sehat Bersama Sunpride: Upaya Menjaga Kesehatan dari Asupan di Meja Makan

Bulan lalu datang kabar menggemparkan dari keluarga besar kami. Pasalnya kakak ipar saya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan terpapar virus COVID-19. Meski tengah dirundung kesedihan, namun karantina tetap harus dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan. Karena itulah untuk sementara waktu ia harus hidup terpisah dari keluarga, termasuk dengan kedua buah hati yang masih kecil. Mereka baru diperbolehkan untuk berkumpul kembali usai hasil swab kakak ipar dinyatakan negatif COVID-19.

Usai menunggu sekian lama, kabar baik itu akhirnya datang juga. Pertengahan bulan lalu kakak ipar saya dinyatakan sembuh dari infeksi virus COVID-19. Meski harus menjalani karantina mandiri di rumah, namun kepulangannya di tengah keluarga menjadi kabar bahagia untuk kami semua.

***

Musibah yang dialami oleh kakak ipar membuat keluarga kami kembali melakukan evaluasi. Selain mematuhi standar protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat keluar rumah atau sekedar menemui tamu di rumah, kami juga berupaya melakukan antisipasi ganda. Satu diantaranya kami mulai dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Tidak muluk-muluk, kami memulainya dengan hal-hal sederhana seperti mengurangi gaya hidup sedentary dengan rutin berolah raga, kembali menjaga kualitas tidur sehari-hari hingga menjaga pola makan dengan asupan gizi seimbang. Untuk pilihan yang terakhir, kami usahakan untuk mengonsumsi bahan pangan lokal pilihan. Dalam hal ini, Sunpride menjadi salah satu brand buah lokal favorit kami.

Konsumsi Buah Lokal untuk Menjaga Kesehatan Keluarga (Dokpri)

Nanas honi, guava crystal dan pisang merupakan produk Sunpride favorit keluarga kami. Selain mudah didapat, harga ketiganya terbilang sangat bersahabat. Nanas honi yang dijual di salah satu supermarket di dekat rumah misalnya. Untuk ukuran sedang hanya dibanderol dengan harga 14 ribuan saja, sedangkan untuk nanas berukuran besar dapat dibawa pulang dengan harga tidak lebih dari 20 ribu rupiah.

Harga yang sangat terjangkau untuk produk bersertifikat Global Good Agricultural Practices (Global GAP) yang kaya akan vitamin dan mineral, lengkap dengan rasa manis yang tidak menimbulkan sensasi gatal di mulut. Maklum saja, tidak semua nanas memberi jaminan bebas dari sensasi gatal usia dikonsumsi. Menariknya, Sunpride berhasil memberi jaminan penuh akan hal ini. Saya pun sudah membuktikannya hingga berulang kali.

Selain itu sertifikasi Global GAP yang disandang Sunpride memberi nilai lebih pada brand lokal yang produknya telah diterima ke pasar global ini. Kalau ditanya apa pentingnya buah-buahan bersertifikat Global GAP? Jawabannya tidak jauh-jauh dari jaminan keamanan pangan yang telah dipenuhi.

Asinan Nanas Favorit Saya (Dokpri)

Setidaknya ada enam keunggulan produk bersertifikat Global GAP seperti yang terdapat pada semua produk buah Sunpride, mulai dari keterjagaan higienitasnya produknya, bebas residu pestisida, eco friendly, bisa ditelusuri asal-usulnya hingga pemenuhan standar keselamatan dan kesejahteraan para pekerjanya.

Dengan kata lain keuntungan tidak bertumpu pada perusahaan semata, namun pada kedua belah pihak terkait, tidak terkecuali dengan para karyawan perusahaan dan pegawai lapangan seperti para petani. Semacam selangkah lebih dekat dengan sistem fair trade.

Tidak mengherankan jika kualitas produk buah bersertifikat Global GAP setara dengan kualitas produk ekspor. Saking ketatnya tahapan produksi hingga distribusi yang dilakukan oleh PT. Great Giant Food ini , kini selain mampu menyuplai kebutuhan buah dalam negeri, perusahaan yang memiliki lahan hingga 34.000 hektar ini berhasil mengekspor produk buah hingga ke lebih dari 65 negara.

Sebagai pecinta buah nanas yang dianugerahi kondisi tenggorokan yang cukup sensitif, nanas honi adalah jawaban atas pencarian saya pada nanas lokal berkualitas dengan harga terbaik. Mau dikonsumsi sebagai buah kupas sudah enak, dijadikan asinan buah pun tak kalah enak. Cocok dijadikan cemilan di segala cuaca.

***

Konsumsi Buah Lokal untuk Menjaga Kesehatan Keluarga (Dokpri)

Selain nanas, keluarga kami juga kerap mengonsumsi guava crystal dan pisang Sunpride. Jambu kristal menjadi salah satu pelarian nyemil sehat yang saya lakukan selama masa pandemi COVID-19 ini. Selain menjadi alternatif buah yang mengenyangkan, rasa guava crystal Sunpride terbilang manis dan tidak sepo. Selain dicamil sebagai dalam bentuk potongan buah segar, saya juga kerap menjadikannya sebagai bahan tambahan saat membuat asinan.

Kombinasi kandungan nutrisi yang terdapat pada nanas honi dan guava crystal Sunpride sejatinya dapat menjadi alternatif yang menarik untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C harian keluarga. Seperti yang kita ketahui bersama, selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena mengandung antioksidan yang tinggi, Vitamin C juga dapat mencegah dan memperbaiki sel yang rusak akibat infeksi virus dan bakteri. Dengan harga yang relatif terjangkau, tidak mengherankan jika konsumsi buah lokal berkualitas mulai dilirik masyarakat luas.

***

Konsumsi Buah Lokal untuk Menjaga Kesehatan Keluarga (Dokpri)

Pada dasarnya masyarakat Indonesia menyukai buah sepanjang musim seperti nanas, jambu kristal, pepaya,jeruk dan pisang. Untuk buah yang terakhir, Sunpride adalah “rajanya”. Selain menjadi sumber serat alami yang baik dikonsumsi setiap hari, tekstur yang empuk, ditambah citarasa manis yang tidak bikin eneg membuat pisang Sunpride cocok dijadikan alternatif penahan lapar yang enak di mulut, juga di perut.

Cukup mengonsumsi satu atau dua biji pisang setiap hari, tak ada lagi acara susah buang air besar yang bikin mood jadi keki. Karena berbagai alasan inilah pisang menjadi buah favorit lintas usia, mulai dari balita, orang dewasa hingga mereka yang telah lanjut usia. Menariknya lagi, jika dicermati dengan lebih teliti, ada yang menarik dengan fakta terkait pisang Sunpride ini.

Satu diantaranya adalah terdapatnya bintik-bintik hitam seperti yang terlihat pada gambar di atas. Selain menjadi penanda pisang telah matang, bintik hitam tersebut menandakan adanya senyawa alfa-Tumor Necrosis Factor (TNF) yang jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan pisang berkulit mulus. Dilansir dari Republika, kandungan senyawa TNF tersebut dipercaya dapat memperkuat sistem imun tubuh dalam melawan berbagai penyakit, seperti tumor dan kanker.

Konsumsi Buah Lokal untuk Menjaga Kesehatan Keluarga (Dokpri)

Semacam enaknya dapat, sehatnya pun tidak terlewat. Menariknya lagi, produk lokal dengan kualitas global ini juga dibanderol dengan harga yang bersahabat. Jadi tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk memperoleh setengah sisir pisang ditambah satu biji nanas honi dan jambu kristal Sunpride untuk bahan asinan favorit saya ini. Cukup dengan 40 ribu saja, ketiganya dapat dinikmati bersama keluarga.

***

Ada banyak alasan mengapa keluarga kami lebih memilih buah produksi dalam negeri. Selain sebagai upaya meminimalisir rentai karbon yang terurai dari proses produksi hingga proses pendistribusian sampai di meja makan kami, mengonsumsi buah lokal menjadi salah satu wujud support kami pada karya anak bangsa. Karena bangga made in Indonesia sejatinya dapat dimulai dari pilihan bahan pangan harian yang kita sediakan di atas meja makan.

Ngomong-ngomong, buah Sunpride apa yang menjadi favorit teman-teman semua?

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment