Review Medpresso Coffee Garden, Kafe Rindang di Tengah Kota Jogja

Kalau teman-teman sedang liburan di Jogja, ada kafe baru yang tempatnya enak dan nggak jauh-jauh amat dari Bandara. Medpresso Coffee Garden namanya. Kalau dari arah Bandara Adi Sucipto, tinggal ambil jalan ke barat lalu belok ke arah Jalan Gejayan. Setelah sampai di pertigaan kedua yang menuju arah UGM ambil kiri, lalu belok kanan (utara) di persimpangan pertama.

Dari sini tinggal lurus sampai ke Jalan Cempaka, lalu ambil ke arah Jalan Cempaka Putih. Kafe asri yang terletak Jalan Cempaka Putih No.8, deresan CT X, Gejayan ini ditandai dengan dinding tanaman hijau bertuliskan Medpresso Coffee Garden.

Bagian Depan Medpresso Coffe Garden

Bagian Depan Medpresso Coffe Garden

Kehadiran kafe yang belum lama dilaunching ini jelas menambah daftar tempat ngadem saat liburan di Jogja. Apalagi lokasi Medpresso terbilang cukup strategis. Selain cukup dekat dengan bandara, kafe yang berlokasi terletak diantara tiga kampus ternama di Jogja, mulai dari UGM, UNY hingga Sanata Dharma. Tempatnya yang nyaman, luas dan jauh dari kebisingan menambah daftar kedai kopi asyik di Jogja yang cocok buat ngelarin kerjaan atau sekedar kongkow bareng teman-teman.

Tim Dolan Kuliner Kompasiana Jogja di Medpresso Coffe Garden

Tim Dolan Kuliner Kompasiana Jogja di Medpresso Coffe Garden

Jum’at, 15 Februari kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti event Dolan Kuliner yang dihelat oleh kawan-kawan Kompasiana Jogja (K-Jog). Dolan Kuliner merupakan agenda rutin K-Jog yang dilakukan untuk memberi rekomendasi tempat kulineran yang asyik di Jogja.

Suasana Medpresso Coffee Garden

Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Di sini kawan-kawan ditawari dua suasana yang berbeda. Pertama ada area indoor yang nyaman dan tentu saja cukup instagramable untuk dipajang di media sosial. Dan yang kedua ada area outdoor yang luas dan rindang karena beratapkan pohon-pohon besar yang memang terdapat di sekitar area kafe.

Kalau saya sendiri sih lebih suka di area outdoornya. Paling asyik sih kalau bisa baca-baca di ayunan yang berada di samping kafe. Rasanya lebih nyaman dan eksklusif gitu. Berada di kafe saat Jogja lagi panas-panasnya pun rasanya adem-adem aja.

Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Awalnya saya mengira nama Medpresso diambil dari Medium Espresso atau istilah lain yang berhubungan dengan kopi. Perkiraan saya ternyata salah. Nama Medpresso ternyata merupakan kependekan dari Media Pressindo. Sebuah penerbitan buku indie yang menjadi cikal bakal berdirinya kafe baru ini.

Jadi jangan heran jika kafe ini dilengkapi dengan area semacam pojok baca yang berbagai buku ciamik yang telah dikurasi oleh tim Medpresso. Tengok deh kalau lagi di sana. Selain banyak pilihan, pilihan bacaannya memang oke punya.

Baca juga: Mengintip Metamorfosis Dari Kampung Bulakan atau Jejak Peradaban dari SItus Liyangan

Menu di Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Menu di Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Oiya, kalau ada diantara teman-teman ada yang penasaran dengan cerita di salah satu atau beberapa buku yang masih segelan, jangan ragu untuk membukanya. Lawong buku-buku di sana itu memang disediakan secara khusus untuk pengunjung kok. Katanya sih sekalian buat survei pasar juga. Biar pihak kafe juga tahu bacaan yang disukai pengunjung.

Selain menawarkan tempat yang nyaman dan rindang, Medpresso juga dilengkapi tempat sholat yang luas. Toiletnya pun terbilang bersih. Menurut aku tempat ini nggak cuma cocok buat nongkrong aja, tapi asyik juga buat alternatif bikin konten kekinian seperti ngevlog atau nyelesein kerjaan lain yang butuh konsentrasi yang cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan kafe pada umumnya, Medpresso Garden Coffe tebilang tenang, jauh dari kebisingan.

Icip-Icip Menu Medpresso Coffee Garden

Menu di Bagian Depan Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Menu di Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Kalau soal menu, Medpresso menawarkan pilihan yang cukup beragam, mulai dari aneka varian kopi, jus, smoothie dan squash, berbagai jenis camilan seperti pisang goreng dan kentang goreng, makanan berat dan beberapa signature dish seperti medpresso red cookies, medpresso mojito yakult, medpresso pineapple mint dan brown mochiato.

Meski kafe, Medpresso sengaja menawarkan beragam menu berbahan buah mulai dari jus, smoothies hingga salad buah.  Tengok saja daftar menunya. Pilihan jusnya lumayan banyak. Sore itu itu saya icip-icip orange squash, pisang goreng, potato wedges dan rice bowl chicken black pepper.

Daftar Menu di Menu Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Daftar Menu di Menu Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Anyway, teman-teman tidak perlu khawatir soal harga makanan di sini. Pasalnya berbagai pilihan menu di Medpresso Coffe Garden dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat, mulai dari 15K hingga 28K saja. Dengan harga yang terjangkau, menu yang ditawarkan Medpresso terbilang enak kok. Baik minuman maupun makanannya nggak over manis.

Menu di Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Menu di Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Pisang goreng ini contohnya. Awalnya saya mengira taburan putih di atas portongan pisang itu adalah gula bubuk. Setelah diicipi kok rasa manisnya nggak eneg ya. Usut punya usut, taburan putih itu ternyata bukan gula, melainkan bubuk kelapa. Orange squash aku juga nggak kemanisan. Pas di lidah aku yang memang kurang suka kudapan yang rasanya terlalu manis.

Rice Bowl Chicken Black Pepper Ala Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Rice Bowl Chicken Black Pepper Ala Medpresso Coffe Garden (Dokumentasi Retno Septyorini)

Oiya, bagi yang kurang suka telur setengah matang, kalau pesan rice bowl bisa dimention tingkat kematangan telur yang diinginkan ya. Soalnya telur di menu rice bowl chicken black pepper pesanan aku kemarin setengah matang. Aku sih nggak masalah. Tapi kalau boleh milih, aku lebih suka telur yang matang sempurna dan cenderung gosong, hehe.

So far aku cocok dengan tempat ini. Baik suasana maupun citarasa menunya sesuai selera aku. Segini dulu review Medpresso Coffe Garden dari aku. Sampai jumpa review kafe asyik lainnya ya!

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Medpresso Coffe Garden

Jalan Cempaka Putih No.8, deresan CT X, Gejayan

09.00 – 24.00 WIB (last order 23.00)

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

8 Comments

  • Sapti nurul hidayati
    February 20, 2019

    Wah ..asyik…nambah lagi nih tempat kongkow asyik di Jogja. Tempatnya strategis lagi, dan mudah dicari. Aku pengen nyobain medpresso mojito yakultnya…sepertinya segeerr…tfs mb…

    • Retno Septyorini
      February 21, 2019

      Aku pengen nyobain yang apple mint apa itu, sama si teriyaki. Kapan yuk, ke situ lagi.

  • Elisabeth Murni
    February 20, 2019

    Aku pengen nongkrong sini lagi. Enak buat leyeh-leyeh, dan si bosah bisa lari-lari sepuasnya.

  • Dimas
    February 22, 2019

    Ricebowl-nya kurang gak tu kalo cuman makan 1 kak? Hehe tempatnya asik ya! Udah luas, akses gampang, buku2nya kece abiss!

    • Retno Septyorini
      February 22, 2019

      Enggak sih, soalnya jusnya dua gelas, hahaha. Kapan mau ke sana lagi barengan laaaah. Kangen akutu sama cenil.

  • arry wastuti
    February 23, 2019

    Wiiiii…….ada tanganku muncul di foto. Qiqiqi

    • Retno Septyorini
      February 24, 2019

      Ihik. Aku habis ke sana lagi bareng Alita. Jajan sampai kenyang^^

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me