Review Film #Blessed: Potret Buruknya Literasi Keuangan Perempuan

Cukup menarik mendapati Film #Blesses diputar bersamaan dengan terkuaknya berbagai kasus investasi bodong yang menggemparkan publik belakangan ini. Maklum saja, hingga kini iming-iming investasi dengan imbal balik tinggi masih memiliki daya magis tersendiri bagi sebagian masyarakat kita, tidak terkecuali bagi mereka yang nggak mudeng-mudeng amat terkait investasinya sendiri. Tak ayal dari tahun ke tahun kasus penipuan berkedok investasi semacam ini masih sering terjadi. Potret buruk literasi keuangan inilah yang coba diangkat dalam film #Blessed.

Film berdurasi 20 menit ini bercerita tentang kehidupan glamour seorang perempuan muda bernama Dela. Di sosial media ia dikenal sebagai pengusaha kaya raya yang merangkap sebagai selebram. Sayangnya di sisi lain, kemahiran Dela dalam menggunakan teknologi digital ia manfaatkan untuk memuluskan berbagai penipuan dengan kedok investasi. Menariknya, petualangan penipuan Dela ini bermula saat ia diminta untuk menjaga rumah megah milik tantenya selama satu bulan penuh.

Kesempatan menghuni rumah mewah ini dimanfaatkan Dela untuk mengunggah konten palsu untuk mendukung kehidupan glamour yang selama ini ia tunjukkan di media sosial. Dalam setiap unggahannya di laman Instagram, gadis muda berambut lurus ini selalu meninggalkan hastag #Blessed. Seolah-olah kehidupan jetsetnya diperoleh berkat bisnis yang selama ini ia jalani. Tagar #Blessed juga ia sematkan untuk menjawab selentingan miring yang ditujukan padanya, seperti kebiasaan beli follower untuk meningkatkan engagement Instagram. Perfect!

Meski pada kenyataannya ya beli follower juga.

***

Saat mengetahui ada temannya yang kesulitan memperoleh tempat untuk arisan, saat itu pula insting tipi-tipu Dela datang menyapa. Berbekal rumah megah milik tantenya, Dela berhasil mengiming-imingi peserta arisan untuk berinvestasi padanya. Kepiawaian Dela berhasil minat ibu-ibu peserta arisan untuk mengikuti jejaknya. Semacam tak mengapa tidak paham-paham amat dengan model investasi yang akan dijalankan. Asal sama teman, modal percaya saja sudah merasa aman. Toh semua hasilnya terlihat begitu nyata mulai dari rumah hingga tas mewah. Persis seperti realita yang kerap terjadi di tengah masyarakat kita.

#Blessed ibarat angin segar yang mengangkat tema literasi keuangan pada perempuan. Meski dibumbui aneka parodi, seperti pada scene terburu-burunya seorang peserta arisan saat diinterogasi polisi karena sinetron favoritnya akan segera tayang, nyatanya film pendek ini dapat menjadi topik diskusi yang menarik untuk mengenalkan literasi finansial pada perempuan, utamanya pada para ibu rumah tangga. Mudahnya ya seperti ibu saya. Kebetulan saya nonton film ini bareng ibu.

Makane ojo gampang percoyo karo wong sing gampang njajekke iso nggandakke duit yo, nduk“.

“Makanya jangan gampang percaya sama orang yang dengan mudahnya menjanjikan untuk menggandakan uang ya, nduk”.

Saya pun mengangguk.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment