Qurban Jelajah Negeri, Alternatif Berkurban di Tengah Pandemi

Pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini pukulan yang berat bagi semua orang. Semacam imbasnya tak mengenal sekat, tidak terkecuali dengan umat muslim dimanapun berada. Bagaimana tidak, seumur hidup saya baru kali ini “memutus tali silaturahmi” dengan tidak bertemu satu sama lain menjadi salah satu strategi untuk meminimalisir penyebaran virus berbahaya yang beberapa waktu lalu ditetapkan oleh WHO sebagai biang pandemi.

Imbasnya sungguh tak terkira. Selain berbagai lini ekonomi yang mendadak lesu, ada banyak cerita sedih dari kawan maupun kerabat, mulai dari keputusan PHK yang diambil oleh perusahaan, bisnis yang nggak bisa “jalan” hingga keputusan tidak mudik yang diambil saat libur lebaran.

Jadi kalau ada yang nanya perihal dampak pandemi yang saya alami, jawaban saya ya tidak jauh-jauh dari cerita yang pernah diutarakan oleh teman-teman saya. Ditambah lagi rintisan bisnis yang saya otak-atik bersama seorang sahabat sejak pertengahan tahun lalu pada akhirnya terdampak juga.

Mengenal Qurban Jelajah Negeri dari Syam Organizer
Mengenal Qurban Jelajah Negeri dari Syam Organizer

Tak disangka, nelangsanya tiga bulan di rumah saja versi saya perlahan memudar saat mendengar cerita dari Pak Saiful Haq, salah satu relawan kemanusiaan yang pernah bertandang ke Negeri Syam. Kebetulan, Kamis, 25 Juni lalu saya berkesempatan mendengarkan cerita kawan-kawan dari sebuah lembaga kemanusiaan yang berfokus menginisiasi berbagai program kemanusiaan, utamanya di daerah konflik seperti Palestina, Yaman dan Suriah. Syam Organizer namanya.

“Kalau teman-teman sudah merasa nelangsa karena sekedar nggak bisa kemana-mana sejak pandemic merajalela, saudara-saudari kita di Syam sana itu sudah kena lokdon sejak berpuluh bulan lamanya”.

Deg!”.

Mengenal Qurban Jelajah Negeri dari Syam Organizer
Mengenal Qurban Jelajah Negeri dari Syam Organizer

Entah kenapa habis denger penjelasan Pak Saiful kok saya auto merasa jadi makhluk yang menye-menye. Meski tabungan terbilang stagnan, tapi akses untuk memenuhi kebutuhan pokok masih begitu mudah dicari. Jauh berbeda dengan kondisi mereka yang beberapa tahun terakhir berada dalam tragedi kemanusiaan yang belum bisa dipredikasi kapan akan berhenti. Nggak pernah terbayangkan dalam benak saya bagaimana bagaimana kelangsungan hidup mereka di tengah peperangan, pandemi juga musim dingin yang konon suhunya sampai ada yang sebelas dua belas sama suhu kulkas.

“Sedihnya lagi, kalau nggak punya ataupun kebagian tenda sampai ada yang tidur di bawah pohon!”, ujar Pak Saiful yang waktu bercerita, mata beliau sampai menutup (yang mungkin reflek karena menahan kesedihan).

Berbagai cerita sedih yang saya dengar sejak awal acara, ditambah saya yang duduk di kursi paling depan membuat saya sadar, kadang, entah disengaja atau tidak, kita itu lihatnya ke atas terus, jadinya lupa nengok ke bawah.

Kemarin, waktu Idul Fitri tiba, nelangsa saya sebatas silaturahmi yang 100% dilakukan secara virtual saja. Padahal kondisi saudara-saudari kita yang berada di kawasan konflik jauh sekali dari kata nyaman. Sungguh tidak pernah terbayangkan harus hidup mengandalkan bantuan, mulai dari pangan, sandang hingga papan untuk sekedar melawan teriknya panas ataupun njekutnya udara selama musim dingin tiba. “Huft”.

Sepenggal cerita dari kawan-kawan Syam Organizer membuat saya berfikir apa jadinya mereka yang Idul Qurban di tengah konflik peperangan. Orang nggak kekurangan dimasa Pembatasan Skala Berskala Besar aja rasanya udah nggak enak, apalagi merayakan hari raya di tengah berbagai keterbatasan yang cukup lama mendera.

“Karena itulah kami tergugah berbuat sesuatu bagi saudara-saudari yang tengah mengalami tragedi kemanusiaan yang kini terjadi di nageri Syam”, begitu kira-kira paparan cerita dari kawan-kawan Syam Organizer.

“Guna menyambut Idul Qurban yang tiba di akhir Juli ini, kami kembali menginisiasi Program Qurban. Tahun ini kami mengangkat tema “Qurban Jelajah Negeri”. Qurban dari sahabat Syam dimanapun berada akan kami salurkan bagi mereka yang membutuhkan, utamanya yang tengah berada di kawasan Syam.

Qurban jelajah Negeri Syam Organizer

Oiya, Qurban melalui Syam Organizer tidak hanya dibuka untuk saudara-saudari kita di kawasan Syam semata. Qurban Jelajah Negeri juga membuka kesempatan berkurban bagi saudara-saudari kita di Indonesia. Tahun ini Qurban bersama Syam Organizer dibuka mulai dari 3 hingga 5,5 juta rupiah, tergantung jenis hewan qurban dan negara tujuan qurban pilihan teman-teman. Berikut informasi selengkapnya:

Selain Program Qurban Jelajah Negeri, Syam Organizer juga menginisiasi berbagai program kemanusiaan lainnya mulai dari Sham Bread Factory, Water For Syam, Ramadhan Peduli Syam, Save The Childreen Of Sham, Qurban Peduli Syam, Winter Aid Project hingga Emergency Relief yakni memberikan bantuan berupa tenda darurat, obat-obatan, santunan untuk paramedis, perabit rumah tangga hingga pembangunan masjid darurat.

Bagi kawan-kawan yang tergerak untuk memilih berqurban bersama Syam Organizer, teman-teman dapat menghubungi alamat yang tertera pada poster di bawah ini ya.

Kaleng Donasi Peduli Syam
Kaleng Donasi Peduli Syam

Selain itu, Syam Organizer juga menawarkan layanan jemput donasi lho! Tinggal hubungi kontak Syam Organizer, insyaallah donasi kengkawan akan disalurkan sesuai amanah yang telah dipercayakan.

Panjang umur kemanusiaan.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment