Persiapan Kebaikan Menuju Bulan Ramadan

Belakangan agak kaget sebenarnya saat melihat seliweran pengingat bahwasanya “Tinggal 100 Hari Saja Menuju Bulan Suci Ramadan” di berbagai laman media sosial.

“Rasa-rasanya bulan Ramadan tahun lalu belum lama berlalu ya, Mbak”, ujar saya pada seorang sahabat. Ternyata kesimpulan kami sama. Berlalunya hari kian terasa makin cepat saja.

“He’em. Nggak terasa ya ternyata Bulan Ramadan sudah ada di depan mata saja”, timpalnya kemudian.

Saya mengangguk tanda setuju. Kebetulan sore itu kami sedang di perjalanan menuju  untuk menghadiri event bertajuk “Temu Kebaikan” yang digagas oleh Dompet Dhuafa DIY. Sepanjang perjalanan sore itu, perlahan mendung kian urung.

Temu Kebaikan 2023: Get Ready for Ramadan Bersama Dompet Dhuafa DIY

Diiringi rintik gerimis yang jauh lebih bersahabat dari hujan lebat sejam sebelumnya, akhirnya sampai juga kami ke tempat tujuan. Atas ijin Allah, Sabtu, 11 Februari 2023 kemarin, saya dipertemukan kembali dengan kawan-kawan bloger dalam acara Temu Kebaikan bertajuk “Get Ready for Ramadan”.

Temu Kebaikan, “Get Ready for Ramadan”

Event yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa DIY Sabtu lalu itu dimeriahkan dengan kedatangan narasumber yang vibe-nya aduh, positif banget. Ada presenter kenamaan dan penyanyi muda kenamaan: Kak Chiki Fawzi, Tiktoker Jogja: Mas Assegaf Pangestu dan Ketua Ramadan Dompet Dhuafa 1444 H: Kak Suci N Qadarsih.

Dipandu Kak Rose & Sera seru dan kocak abizzz, sepanjang acara Temu Kebaikan sore itu berjalan dengan vibe ceria dan menyenangkan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari Kak Bima Pratama. Salah satu penyanyi muda Jogja yang suaranya bagus banget.

Teman-teman yang penasaran kek gimana penampilan salah satu penyanyi yang mengawali karir sebagai pengamen di kawasan Malioboro ini bisa langsung kepoin akun IG Mas Bima di @bima_pratama96 yes. FYI aja nih, sekarang pernampilan masnya udah masuk TV nasional juga lho!

Temu Kebaikan 2023 "Get Ready for Ramadan" Bersama Dompet Dhuafa DIY
Temu Kebaikan 2023 “Get Ready for Ramadan” Bersama Dompet Dhuafa DIY

Jujurly, senang banget bisa berjumpa kembali dengan kawan-kawan bloger setelah beberapa tahun nggak berjumpa karena Pandemi Covid-19. Apalagi di Acara bertajuk Get Ready for Ramadan ternyata menjembatani berbagai cerita baik yang datang dari pengalaman pribadi para narasumber. Mana dikasih tips menyambut bulan suci yang cukup relate dengan keseharian kita.

Aku mulai dari Kak Chiki dulu ya gengs. Dari Kak Chiki, aku belajar bahwa kebaikan dari hati itu ujungnya akan balik ke diri sendiri. Macem kebaikan apapun yang kita lakukan, keknya dibalas aja sama Allah dengan cara yang kadang diluar prasangka kita sebagai seorang hamba. Balesannya pun acap kali nggak perhitungan. Macem ada aja jalannya, gitu.

Satu diantaranya dialami sama Kak Chiki sendiri. Kak Chiki sempat cerita kalau dia pernah jadi volunteer sebuah program yang bertujuan untuk memajukan pendidikan di Desa Uwe-Uwe. Kala itu Kak Chiki melakukan pelatihan kurikulum guru tahun 2013 (KURTILAS). Diluar dugaan, acara tersebut ternyata diliput oleh salah satu stasiun TV nasional.

Uniknya, pas si stasiun TV butuh host untuk acara traveler ala muslimah, yang diingat pihak TV ya cuma Kak Chiki. Dari sinilah Kak Chiki akhirnya menggeluti bidang presenter muslim dengan niche sebagai host acara traveling. Emang bener ya, matematika Allah itu nggak ada yang tahu.

Nyempilin Foto Dadakan Bareng Kak Chiki

Oiya, Kak Chiki juga sempat cerita tentang pengalamannya terkait kebaikan dari hati yang ternyata begitu mudah untuk ditularkan. Ceritanya waktu itu Dompet Dhuafa sedang menggalang donasi untuk pembangunan masjid di Nusa Tenggara. Diluar dugaan, penggalangan untuk pembangunan masjid ini sudah terpenuhi dalam hitungan jam saja.

Kisah-kisah  kebaikan dari hati di Indonesia Timur juga tidak lepas dari tingginya toleransi yang ternyata tidak mengenal sekat keagamaan. Kak Chiki sempat cerita kalau yang membantu mengamankan Sholat Idul Adha di sana ternyata dilakukan oleh kawan-kawan non muslim kita. MasyaAllah.

Bahkan si bapak yang membantu menjaga kawan-kawan muslim saat sholat Ied tersebut malah terheran-heran dengan narasi pertikaian agama yang kerap diberitakan di berbagai media. Padahal kenyataannya akur-akur saja. Malah saling support, pula. Hmm. Gimana tuh, gengs? Keren, kan?

Kebaikan dari Hati Menyambut Datangnya Bulan Suci

Ngomong-ngomong soal kebaikan dari hati menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Kak Chiki juga nggak ragu buat bagiin tips yang dia lakuin selama ini. Sebelum bulan puasa datang sebaiknya kita persiapan dari hal-hal yang mudah dulu, seperti memperbanyak amalan sunah misalnya.

Selain latihan dengan menjalani puasa sunah di Senin dan Kamis, bisa ditambah porsi membaca Qur’an maupun sholat sunahnya. Bisa dimulai dengan merutinkan lagi ibadah di waktu Dhuha, sholat Tahajud, sholat Witir hingga amalan sholat sunah sebelum maupun setelah sholat wajib. Harapannya bisa langsung gaspol saat Ramadan tiba.

Hal senada juga diungkapkan Mas Assegaf, salah satu tiktoker asal Kulon Progo yang menjadi salah satu narasumber sekaligus volunteer di Domper Dhuafa DIY.

“Saya sepakat dengan Kak Chika. Bahwa persiapan menyambut bulan puasa itu tidak kalah pentingnya. Kan nggak lucu ya kalau kita malah pingsan gara-gara tubuh kaget dan kecapekan karena kebanyakan ibadah di bulan puasa”, tambah Mas Assegaf.

Wkwkwk. Betul juga, ya.

***

Di sisi lain ada pula cerita dari Kak Suci N Qadarsih yang saat ini didapuk sebagai Ketua Ramadan Dompet Dhuafa 1444 H. Ia banyak bercerita tentang berbagai progam yang diampu oleh Dompet Dhuafa, utamanya di sepanjang bulan Ramadan nanti. “Biasanya kan Ramadan identik dengan penunaian zakat fitrah ya, kawan-kawan semua”.

“Nah Dompet Dhuafa tidak hanya melayani pembayaran dan penyaluran zakat fitrah saja, namun juga penunaian zakat dan donasi kemanusiaan lainnya. Selain disalurkan dalam bentuk beras dan uang, ada pula skema penyaluran kebaikan dari donator yang digunakan untuk membantu memberdayakan UMKM di berbagai penjuru negeri”.

Kalau di Jogja sendiri, salah satunya disalurkan untuk membantu memberdayakan petani lidah buaya di kawasan Nglipar Gunung Kidul. Di bawah payung UD Mount Vera Sejati, usaha bersama yang diawali dari pembuatan cendol dan dawet lidah buaya ini kini sudah berkembang menjadi produsen berbagai produk makanan dan minuman berbasis lidah buaya.

Bahkan kulit lidah buaya-nya pun kini diolah menjadi cemilan kekinian dengan mengusung brand Mr. Kriuk. Kebetulan saya sempat bercerita agak panjang di blog karena beberapa tahun silam saya pernah mengikuti acara Care Visit Dompet Dhuafa DIY.

Cerita selengkapnya ada di sini ya man-teman semua.

Kebaikan Zakat via Dompet Dhuafa
Kebaikan Zakat via Dompet Dhuafa

Selain menerima pembayaran zakat dan penyaluran zakat, di bulan Ramadan Dompet Dhuafa juga memiliki berbagai program kemanusiaan lainnya seperti borong dagangan UMKM untuk buka puasa masyarakat setempat, parcel Ramadan untuk lansia dan anak yatim, belanja keperluan lebaran bersama anak yatim dan masih banyak lagi.

“Bagi kita, mungkin donasi parcel senilai 200 ribu rupiah tidak berarti apa-apa. Tapi bagi orang lain, utamanya bagi mereka yang belum pernah menerima parcel lebaran. Value donasi parcel tersebut bisa jadi berbeda”. Atas dasar inilah saya tidak pernah ragu untuk berdonasi meski nilainya belum seberapa.

Teman-teman yang ingin menyalurkan zakat maupun donasinya melalui Dompet Dhuafa bisa mengunjungi link berikut ini ya: https://kemanusiaan.org/campaign/zakat.

Berapa pun donasi kita semua, insyaallah dapat membantu memulihkan senyuman mereka (yang membutuhkan), yang sempat hilang karena efek pandemi.

Sesi Merangkai Bunga Bersama Sporadies

Di akhir acara Temu Kebaikan ini ternyata kita juga diajak untuk melatih kerativitas dengan merangkai bunga bersama Sproradies. Dari sini kita diajari cara merangkai bunga dengan berbagai tips dan triknya! Yang mau tahu gimana caranya, bisa ikutan acaranya Sopradies ya. Di sini aku mau share hasil bunga rangkai-ku aja, hehehe.

Di aku pribadi, ternyata aktivitas merangkai bunga itu bisa jadi terapi jari yang menyenangkan. Selain melatih kreativitas, skill merangkai bunga dapat langsung dipraktekkan di rumah. Apalagi jika halaman rumah kita ditumbuhi berbagai jenis bunga liar yang bertangkai padat.

Semoga secuil cerita dari acara Temu Kebaikan yang digagas oleh Dompet Dhuafa DIY kali ini dapat menambah wawasan teman-teman semua terkait keamanahan penyaluran sebagian rejeki kita melalui Lembaga Amil dan Zakat di Indonesia ya. Dalam hal ini melalui Dompet Dhuafa.

Sampai jumpa di lain cerita, yha kengkawan semua.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment