Mengakhiri Wacana Buka Bersama di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel

Menu Kalimantanan di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel

Menu Kalimantanan di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel (Dokumentasi Retno Septyorini)

Pernah nggak sih ngrencanain buka bersama di awal puasa namun sampai lebaran tiba masih jadi wacana tak berujung? Hayo ngaku, wkwkwk.

Meski beberapa tahun terakhir saya banyak absen acara buka bersama (bukber) bareng temen-temen, namun tidak untuk beberapa pertemanan satu circle saya. Bukan apa-apa juga sih, cuma lagi pengen ngerasain buka bareng keluarga aja. Apalagi setahun belakangan saya kerap wira-wiri di luar rumah karena urusan pekerjaan. Jadi waktu untuk kumpul bareng ibu dan bapak berasa kurang aja.

Inget banget sebagian hari puasa tahun lalu itu saya habiskan di hotel karena harus ikut pembekalan IKKON di Jakarta. Jadilah aktivitas dari pagi buta alias sahur sampai lembur diskusi hingga dini hari nyaris dilakukan di hotel saja. Sampe-sampe jadi kangen banget lihat matahari.

Cerita tahun lalu ditutup dengan kembalinya saya ke Jogja. Entah mengapa sejak awal tahun ini saya belum apply-apply gawean lagi. Niatnya mau nyicipin jadi fulltime blogger yang ternyata sulit juga, wkwk.

Konsistem menulis setiap hari ternyata cukup nyedot pikiran dan tenaga. Jadilah acara kumpul bareng men-temen blogger menjadi salah satu agenda yang menyenangkan sekaligus jarang saya lewatkan. Bertemu teman seprofesi itu bisa nambah motivasi je, apalagi kalau ketemuannya bareng temen-temen yang rutin ngeblog atau bahkan ngevlog di sela-sela kesibukan hariannya.

Senin, 28 Mei 2018 lalu misalnya. Saat Komunitas Blogger Jogja ngajakin buka bersama di HORAIOS Malioboro Hotel. Meski sebenarnya ajakan buka bersama ini adalah ajakan nomor ke sekian, tapi nyatanya jadi buka bersama pertama yang saya lalui bareng teman-teman. Hahaha. Memang ya, kadang buka bersama itu nggak seribet yang dibayangkan.

HORAIOS Malioboro Hotel

HORAIOS Malioboro Hotel (Dokumentasi Retno Septyorini)

Eh sebentar, mungkin ada diantara kalian yang cukup kebingungan saat saya menyebut nama HORAIOS Malioboro Hotel ya? Sebenarnya HORAIOS Malioboro Hotel itu dulunya bernama @HOM. Sebuah hotel nyaman yang terletak di kawasan Gowongan Kidul, Jogja alias sisi baratnya Jalan Mangkubumi. Habis Kantor Pertamina Jogja di Jalan Mangkubumi, belok kanan (barat) sekitar 300 meter. HORAIOS Malioboro Hotel ada di sisi kiri atau selatan jalan.

Festival Kampung Nusantara

Kanan Ayun, Kiri Arni, Tengah Bidadari, wkwkwk

Kanan Ayun, Kiri Arni, Tengah Bidadari. Iyain Aja Deh Ret Biar Cepet, wkwkwk (Dokumentasi Retno Septyorini)

Selain excited ketemu temen-temen, sebenarnya saya juga cukup penasaran dengan menu buka puasa yang tersedia di HORAIOS Malioboro Hotel. Apalagi hotel kenamaan ini baru saja melaunching Festival Kampung Nusantara sebagai menu andalan buka bersama di Ramadhan tahun ini.Sore itu saya sampai sekitar di hotel sekitar pukul setengah lima sore. Gandeng acara bukbernya masih sejam kemudian, saya keluar dulu dong buat nyari spot foto yang oke. Lumayan lah buat update feed IG, hehe. Ini salah satunya. Yang kiri Arnie, yang kanan Mbak Ayun. FYI aja kami bertiga masih masuk dalam area single-single club #maafiklan wkwk.

Menu Sulawesinan di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel

Menu Sulawesinan di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel (Dokumentasi Retno Septyorini)

Balik ke Festival Kampung Nusantara tadi yak. Sesuai dengan namanya, tema kuliner bukber HORAIOS Malioboro Hotel itu nawarin menu dari empat pulau di Indonesia. Ada masakan Jawa, Kalimantan, Sumatera juga Sulawesi sana. Kalau ditotal-total pilihan takjil ataupun menu iftar di sana itu mencapai puluhan gengs. Jadi nggak usah takut bakal kekurangan. Orang kemarin aku makan gak pake nasi aja pulangnya masih turah-turah, hehe.

Kalau ditanya menu apa aja yang menarik, ini nih list rekomendasi yang aku cicipin kemarin:

Menu Takjil di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel

Menu Takjil di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel (Dokumentasi Retno Septyorini)

Di Menu Takjil aku ambil kurma sekalian nyicip tekwan, martabak kari sama serabi. Sayang serabinya lupa gak difoto gengs, maafkan yah 🙁

Habis ngglegek aka minum dawet (karena nggak es kebagian pisang ijo yang antrian sore itu paling mengular), takjil pertama yang aku cicip setelah kurma adalah tekwan, yang tidak lain merupakan representative menu sop dari Sumatera. Kemarin menu ini jadi primadona teman-teman juga, jadi jangan bawel kalau harus ngantri yah, wkwk.

Setidaknya ada dua alasan mengapa menu tekwan cukup diperebutkan sore itu. Pertama mungkin karena netizen butuh pemanasan dengan nyicip tipikal menu yang berkuah panas. Eh, lakok setelah dicicip ternyata selain baksonya nggak eneg, kuahnya juga enak. Sayangnya cuma kurang panas aja jadi kurang nampol di lidah.

Waktu nyicip tekwan aku sengaja putihan aja alias nggak ditambah sambel dan kawan-kawannya. Kalau lagi nyicip menu porsi kecil kaya gini paling itu paling enak emang nyicip rasa aslinya. Kalau aslinya enak ntar ditambahin apa aja juga enak. Sebaliknya,kalau rasa aslinya aneh, ditambah sambel dikit aja jadinya aneh banget, heduwww, betul gak tuh?

Khusus untuk martabak karinya ternyata kurang cocok di lidah aku, huhu. Akunya lupa kalau lagi batuk. Jadilah menu bersantan waktu itu terasa kurang bersahabat di lidah aku. Jadi khusus menu ini aku nggak review soal rasanya ya. Soalnya kurang fair aja kalau review tapi kondisi tenggorokannya lagi kurang bersahabat sama si menu.

Lanjuuuuut!

Gandeng lagi makan di luar, sebisa mungkin aku tuh nggak mau rugi menghindari yang namanya nasi. Jadi menu berat pertama yang aku cicip sore itu menu adalah asam pedas patin. Over all aku suka daging patinnya. Lembut dan nggak amis. Sayangnya cuma satu, kuahnya kurang banyak, wkwk.

Asam Pedas Patin di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel

Asam Pedas Patin di Festival Kampung Nusantara HORAIOS Malioboro Hotel (Retno Septyorini)

Asam pedas patin yang aku cicipin kemarin bumbunya soft banget gengs. Kalau menurut aku memang paling pas dinikmati tanpa nasi. Soalnya kalau ditambah nasi nanti rasa kuahnya jadi datar banget. Di lidah aku masakan ini nggak masalah kalau ditambah sedikit bumbu.

Habis itu aku berpetualang lagi alias muter-muter buat nyari tambahan isi perut. Karena aku baru aja live in berbulan-bulan di Banjarmasin, jadilah menu Kalimantan itu jadi next menu yang kayanya harus aku cicipin. Kangen BJM akutuuuuu! 🙁

Waktu muterin meja di spot Kalimantan, aku lihat ada menu yang belum pernah aku denger namanya. Manok tunu. Jadilah aku ambil sepotong manuk tunu yang ternyata adalah ayam panggang, hmm.. Sayang beribu sayang aku lupa nyicip cencang timur sama gangan keladi. Oiya sebutan gangan itu kalau dalam Bahasa jawa asrinya jangan alias sayur. Jadi gangan bingung-bingung lagi yha! Lah?/!!!

Lho, Ret, kok serabinya belum dibahas sih? Kan doi bagian menu pembuka alias takjil. Nah ini! Ku baru mau cerita nih!

Jadi setelah wira-wiri ke sana kemari, berhentilah aku di ujung menu Jawa yang ternyata di pojokan sana ada serabinya. Haduh. Jadilah menu serabi ini adalah menu penutup buka puasa aku.

Gimana rasanya? Kalau di lidah aku serabinya enak banget. Empuk terus kuah duriannya nggak eneg jadi manisnya pas di lidah. Ini dengan catatan ambil kuahnya nggak kaya ambil kuah sop ya, wkwk.

Foto Bareng Temen-Teman KBJ aka Komunitas Blogger Jogja

Foto Bareng Temen-Teman KBJ aka Komunitas Blogger Jogja (Kerudung Kuning Jangan Sampai Lepas Yha!) #TetapPromosi ^^

Setelah kenyang, kubaru tahu kalau makan sepuasnya saat bukber di sini itu dibanderol dnegan harga yang murah banged gengs, cuma 57K aja. Jadi kelean-kelean yang lagi nyari tempat bukber yang luas, nyaman, enak dan murah, HORAIOS Malioboro Hotel jadi satu rekomendasi pilihan aku. Kalau pesennya rame-rame, ada promo pesan 10 pax gratis 1. Lumayan ye kaaaan?

Sampai jumpa dalam ulasan #RetnoMakanMakan lainnya yass!

Salam hangat dari Jogja,
-Retno Septyorini-

 

HORAIOS Malioboro Hotel (A Three Stars Hotel)
Jl. Gowongan Kidul No. 57 Yogyakarta 55271
Phone: (+62)274 557070

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

2 Comments

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me