Memanjakan Diri dengan Kebaikan Alami Natsbee Honey Lemon

Ada orang yang rutinitasnya dimulai di dekat kompor. Ada pula memulainya dengan berbegas menuju ke kantor. Namun ada pula yang rutinitas paginya dimulai dengan cara yang cukup sederhana seperti menjumputi buah yang berjatuhan di depan rumah. Nah, kalau yang pertama dan terakhir itu rutinitas pagi saya setahun terakhir.

Maklum saja, sebagai tukang nulis paruh waktu yang nyambi melihara ayam kampung di halaman belakang, jambu yang berjatuhan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan sebagai tambahan pakan. Bangun kesiangan sebentar saja, niscaya banyak buah yang terlindas sia-sia. Karena itulah bagi saya pribadi pepatah “Jangan bangun siang-siang nanti rejekimu dipatok ayam” itu nyata adanya.

Memaknai Sebuah Perjalanan

Saya meyakini setiap orang memiliki beragam impian mengagumkan, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, kolega atau bahkan lingkungan yang lebih luas. Impian-impian yang pada akhirnya akan menjelma menjadi “bahan bakar” sekaligus penyemangat seseorang dalam menjalani rutinitas harian yang membuatnya selangkah lebih dekat dengan capaian-capaian baik yang tengah diidamkan.

Kesegaran NATSBEE Honey Lemon

Kesegaran NATSBEE Honey Lemon

Selepas kuliah, saya sempat bekerja di beberapa tempat. Dari beberapa pekerjaan yang pernah saya jalani, menulislah yang mampu mendatangkan kejutan, kesenangan sekaligus kebermanfaatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Suatu pekerjaan yang tanpa diduga membuat tingkat kebersyukuran menjadi berlipat ganda.

Setahun terakhir, saya menikmati profesi sebagai tukang nulis amatiran. Sebuah pekerjaan yang jauh dari background kuliah saya di Fakultas Biologi. Sebenarnya belum ada hal-hal hebat yang nyata-nyata pernah saya perbuat untuk kebermanfaatan khalayak ramai. Namun dari kebiasaan menulis inilah saya merasa menjadi pribadi yang berguna meski hanya menuliskan hal-hal sederhana seperti review kreasi local champion yang pernah saya temui. Dari titik ini saya meyakini bahwa kebermanfaatan diri itu bisa dilakukan dari berbagai sisi, termasuk melalui kanal media sosial.

Menulis pula lah yang mengantarkan saya mengenal tangan-tangan kreatif dibalik suksesnya penyebaran konten baik di dunia maya. Bisa dibilang banyak informasi mengesankan dari penjuru nusantara yang saya dapatkan dari teman media, bloger maupun influencer yang pernah saya temui. Bahkan beberapa diantaranya ada yang rela berbagi pengetahuan gratis melalui kelas-kelas menulis yang dikemas begitu manis sehingga jauh dari kesan membosankan.

Berbagai pengetahuan yang saya dapat selama ini membuat saya begitu bangga dengan kekayaan nusantara. Cerita tentang mama-mama di Belu sana yang menyimpan motif tenun melalui tattoo di tubuh, cerita tentang kelihaian Suku Korowai di Papua yang mampu membuat rumah di atas pohon hingga cerita hebatnya peradaban Kerajaan Majapahit tak jarang membuat dahi saya mengernyit. Mengernyit karena baru tahu beberapa waktu yang lalu. Duh!

Dari kebiasaan merajut aksara pula lah saya pernah dipercaya sebagai tim media pada sebuah program pengembangan potensi ekonomi kreatif di Tanah Banua, sebutan lain untuk Kota Seribu Sungai, Banjarmasin hingga dapat mengenal berbagai produk lokal yang begitu unik seperti gelas pasak bumi, alat musik panting hingga sasirangan, kain tradisional kebanggaan Urang Banua. Kebiasaan menulis juga pernah membawa terbang sampai ke bumi tapis di Lampung. Semua berawal dari menulis. Hal sederhana dan begitu mendasar yang dilakukan bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Memaknai Sebuah Perjalanan dengan Memangkas Toxic di Sepanjang Jalan

Tidak terasa, tahun ini adalah tahun ketujuh setelah saya dinyatakan lulus di bangku perkuliahan. Sebuah penanda umur yang oleh sebagian masyarakat kerap disandingkan dengan predikat seharusnya sudah mapan, menikah dan punya momongan. Sayangnya kenyataan yang ada belum lah demikian. Saya belum menikah dan pekerjaan yang saya lakoni (lakukan) saat ini pun masih dipandang sebelah mata. Tidak jarang pula tetangga melihat saya sebagai pengangguran, hehe.

Sampai di sini apakah sudah bisa ditebak rentetan pertanyaan “toxic” yang kerap datang meski tak diundang? Sampai-sampai ada lho omongan tetangga yang sampai ke ibu:

“Ngapain juga sekolah sampai kuliah kalau nantinya jadi pengangguran seperti …… (lalu tersebutlah nama saya)”.

Sewaktu ibu bercerita hal ini, saya malah ketawa. Saya sih tidak mau ambil pusing dengan hal tidak penting yang berpotensi mengganggu proses pengembangan diri maupun produktivitas sehari-hari. Alasannya sederhana saja, karena kendali diri untuk merdeka dari “toxic” mutlak di tangan kita sendiri. Karena itulah daripada memikirkan omongan orang, saya lebih memilih untuk mengisi hari dengan rutinitas yang baik. Seperti pagi ini, yang saya awali dengan beraktivitas di dapur.

NATSBEE Honey Lemon Teman Asik Saat Masak

NATSBEE Honey Lemon Teman Asik Saat Masak

Sebagai penikmat kuliner, saya senang menyantap makanan rumahan. Selain lebih sehat dan lebih pas dengan selera, memasak dapat menambah pos tabungan untuk jalan-jalan. Jadi kalau penat tetiba melanda, sudah ada anggaran khusus untuk liburan. Selain itu saya juga memiliki ketertarikan dalam bidang peternakan. Bukan karena background pendidikan sih, melainkan impian pribadi yang sudah terpatri sejak lama.

“Nanti kalau punya rumah, rumahnya kecil tak apa, asal ada kebun, kandang ayam dan kolam ikannya. Jadi kalau butuh apa-apa, tinggal ambil saja”.

Sebuah doa sederhana yang mampu memotivasi saya untuk tetap produktif. Karena itu pula lah di jaman milenial seperti sekarang saya tidak gengsi untuk melihara ayam kampung. Toh meliharanya juga tidak susah-susah amat dan hasilnya sangat bermanfaat, minimal untuk konsumsi pribadi. Bukan rahasia lagi bukan kalau bahan makanan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh bagi kesehatan? Kalau sebagian sumber pangan kesukaan kita bisa didapat dengan mudah di sekitar rumah, tentu kualitas dan kebersihannya jadi lebih mudah untuk dikontrol.

Karena belum punya lahan yang luas, jadi ya dimulai dulu dari apa yang ada saja. Halaman belakang untuk kandang ayam, halaman depan untuk tanaman pangan. Bagi saya pribadi selalu ada kesenangan tersendiri saat menikmati buah yang ditanam di sekitaran rumah. Disadari atau tidak, konsumsi pangan seimbang dapat meminimalisir asupan toxic yang secara tidak sengaja saya alami akibat gaya hidup tidak sehat yang kerap kali saya jalani akibat kebanyakan duduk dan berada di depan layar ataupun saat mengurus kandang. Ditambah saat ini Indonesia sedang mengalami musim mbediding. Sebutan untuk musim peralihan dari musim panas menuju musim hujan yang konon bikin orang jadi kurang fit dan gampang sakit.

Memaknai Sebuah Perjalanan dengan Memangkas Toxic di Sepanjang Jalan Bersama NATSBEE Honey Lemon

Asik Tanpa Toxic dengan NATSBEE Honey Lemon

NATSBEE Honey Lemon Teman Asik untuk Bersepeda

Kalau ada yang bertanya, “Siapa yang beberapa bulan terakhir sering bersin-bersin atau pilek di pagi hari tapi siangnya sembuh sendiri?” atau “Siapa juga yang merasa over panas di siang hari tapi sering merasa kedinginan di malam hari?” pasti saya akan mengacungkan tangan tinggi-tinggi.

Selain pilek dan kedinginan, niat mandi pagi saya pun rontok seketika usai merasakan dinginnya air di bak kamar mandi. Eh, nggak cuma mandi pagi ding! Kalau kesorean pulang ke rumah, niat mandi juga sama lenyapnya.

Maklum saja, sejak Juni hingga Agustus ini Indonesia sedang memasuki awal musim dingin yang dikenal luas di Jogja dengan istilah mbediding. Di musim ini, siang hari terasa sangat panas. Sebaliknya, sejak sore hingga pagi suhu udara akan terasa begitu dingin. Kalau rumah tidak dilengkapi dengan fasilitas pemanas air otomatis, biasanya sih kebiasaan mandi jadi tak sesering biasanya^^

Meski terkesan sepele, namun perubahan suhu yang signifikan saat mbediding ini seringkali bikin badan jadi ngregesi. Kalau badan sedang tidak fit, menghadapi pagi yang dingin minta ampun, tapi siangnya kok panas nggak kira-kira, eh sore sampai paginya lagi kembali dingin itu bikin badan jadi gampang masuk angin, meriang atau gangguuan kesehatan lainnya. Belum lagi paparan toxic seperti polusi debu, asap, asupan makanan dan gaya hidup tidak sehat hingga mikroorganisme jahat dalam bentuk kuman, bakteri maupun virus yang merugikan.

Kalau sudah begini, paduan lemon dan madu alami menjadi jurus andalan dalam menangkal gangguan kesehatan akibat paparan polusi. Jika dikonsumsi dengan takaran yang pas, baik lemon dan madu, masing-masing bahan alami ini menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan. Menawarkan aroma dan rasa yang menyegarkan, lemon merupakan sumber Vitamin C alami yang baik untuk tubuh.

Selain menjadi sumber antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang bisa menimbulkan risiko penuaan dini, penyakit kanker, dan penyakit jantung, Vitamin C juga dapat membantu detoksifikasi obat dan racun dalam hati, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses pemulihan dan penyerapan zat besi. Vitamin C juga berfungsi dalam menjaga sruktur kolagen.

Kebaikan-kebaikan yang ada pada madu juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain mengandung tambahan energi dan prebiotik yang baik bagi pencernaan, madu memiliki efek memperlambat pengosongan lambung sehingga kerap dimanfaatkan sebagai untuk terapi penderita maag. Karena itulah kombinasi kebaikan lemon dan madu sangat baik untuk bersihkan hari aktifmu. Istilah  kecenya dapat menunjang gaya hidup yang #AsikTanpaToxic.

Asyiknya lagi nih, jika teman-teman kekurangan waktu untuk meracik ramuan sehat ini, kini kebaikan lemon dan madu asli dapat dinikmati dalam sebotol NATSBEE Honey Lemon.

NATSBEE Honey Lemon Terdaftar di BPOM

NATSBEE Honey Lemon Terdaftar di BPOM

NATSBEE Honey Lemon merupakan minuman madu lemon yang mengandung kebaikan alami madu dan lemon. Oiya, teman-teman tidak usah khawatir dengan kualitasnya minuman menyegarkan ini. Pasalnya minuman madu lemon besutan PT. POKKA DIMA INTERNATIONAL ini sudah memiliki ijin edar resmi  BPOM RI dengan nomor registrasi 266610010439. Jika kurang percaya, bisa langsung dicek di aplikasi CEKLIK BPOM. Tinggal tulis nomor registrasinya, lalu klik. Dalam hitungan detik akan tersaji berbagai informasi terkait ijin edar dan spesifikasi produk NATSBEE Honey Lemon.

Waktu pertama kali buka kemasan NATSBEE Honey Lemon itu aku langsung suka. Selain menawarkan aroma segar yang tidak nyegrak di hidung sehingga mampu mengembalikan mood dan meminimalisir stress, kombinasi lemon dan madunya pas banget. Nggak keaseman, nggak kemanisan. Dan yang paling penting,  NATSBEE Honey Lemon itu nggak bikin gatel tenggorokan.

Sebagai pemilik tenggorokan sensitif, aku seneng banget nemu produk unggul macem ini. Saya sendiri sudah mengkonsumsi NATSBEE Honey Lemon sejak beberapa minggu yang lalu. Kadang sebagai teman sarapan, tak jarang pula dibawa sebagai bekal olahraga. Oiya, jika ada yang penasaran soal harga, harap jangan kaget ya! Soalnya di minimarket dekat rumah, sebotol kebaikan NATSBEE Honey Lemon ini dapat dinikmati dengan Rp 5.750 saja.

Terakhir, aku sertakan pula beberapa tips sederhana untuk membantu bersihkan hari aktifmu sehingga  dapat menikmati gaya hidup #AsikTanpaToxic bersama NATSBEE Honey Lemon,  seperti:

*Tidak Melewatkan Momen Sarapan Pagi

Sarapan Sehat dengan NATSBEE Honey Lemon

Sarapan Sehat dengan NATSBEE Honey Lemon

Meski terkesan sepele, namun sarapan sangat penting untuk mejaga kesehatan tubuh. Selain membuat pikiran lebih fokus, sarapan bermanfaat untuk menstabilkan kadar gula di dalam darah sehingga dapat meminimalisir porsi makan siang yang berlebih. Dengan pola makan seimbang, kadar gula dalam darah akan terkontrol sepanjang hari.

Sebaliknya, jika melewatkan sarapan, umumnya seseorang akan cenderung memilih makanan yang tinggi kalori. Padahal sebagian besar makanan yang tinggi kalori itu seringkali minim kandungan serat sehingga cepat dicerna oleh tubuh. Hasilnya, selain kadar gula darah yang cepat naik, makanan tinggi kalori bikin cepat lapar. Jadi jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi pola makan seimbang. Anyway, sarapan sayur sehat bareng NATSBEE Honey Lemon enak juga lho!

*Menyempatkan Olahraga

Asik Tanpa Toxic dengan NATSBEE Honey Lemon

Asik Tanpa Toxic dengan NATSBEE Honey Lemon

Bukan rahasia lagi lah kalau olahraga ini menjadi salah satu faktor penentu kesehatan seseorang. Bagi saya pribadi olahraga tidak sekedar membuang lemak belaka. Lebih dari itu, olahraga menjadi ajang pelepas stres yang murah meriah. Saya sendiri lebih menyukai olahraga yang ringan seperti jalan santai, bersepeda ataupun senam ringan. Yang jelas sih apapun pilihan olahraganya, temannya NATSBEE Honey Lemon juga.

*Jangan Lupa Bahagia

NATSBEE Honey Lemon Teman Asik Buat Berkebun

NATSBEE Honey Lemon Teman Asik Buat Berkebun

Terakhir, jangan lupa bahagia. Kalau soal yang satu ini saya memilih untuk berkebun dan belanja tenun. Dua hal yang mungkin terdengar receh, namun mampu mengembalikan mood. Apalagi kalau ditemani dengan NATSBEE Honey Lemon. Semangatnya jadi dobel-dobel.

Selain menyehatkan, ketiga aktivitas sederhana ini menjadi pilihan penghilang stress murah tapi cukup manjur. Semoga bermanfaat man-teman.

Salam hangat dari Jogja,

-Retno Septyorini-

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog #BersihkanHariAktifmu Pokka Natsbee

 

Sumber:

Apninanikmah, J. 2017. Segudang Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh, diakses dari http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/05/26/segudang-manfaat-vitamin-c-bagi-tubuh

5 Rahasia Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh dan Kulit, diakses dari https://www.halodoc.com/5-rahasia-manfaat-vitamin-c-bagi-tubuh-dan-kulit

Ivena. 2017. Segudang Manfaat Madu Murni, dari Merawat Kulit Sampai Mencegah Maag, diakses dari https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/manfaat-madu-murni/

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me