Me Time Episode 1: Curhatan Finansial Si Anak Milenial

Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Pelosok Nusantara (Dokumentasi Pribadi)

Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Pelosok Nusantara (Dokumentasi Pribadi)

Kalau suatu hari pundak saya ditepuk Bu Sri Mulyani lalu ditodong dengan pertanyaan basi-basi semacam:

“Ret, lagi punya ide apa nih buat masa depan Indonesia?”, tentu hal pertama yang saya lakukan bukanlah menjawab pertanyaan menteri idola kita semua ini, melainkan mencubit tangan sendiri dulu untuk memastikan ini bukan sekedar mimpi apalagi halusinasi.

Kalau terbukti nyata, meski kaget, saya akan berusaha seelegan mungkin dalam menanggapinya. Usai melempar senyum, saya akan menjawabnya dengan satu hal mendasar yang terpampang begitu nyata di depan mata. Apalagi kalau bukan:

“Berusaha mengatur penghasilan saya yang masih pas-pasan dulu sih, Bu. Agar tidak terjerat hutang tapi tetap berkecukupan sekaligus berpotensi cuan di masa depan”.

Ehm. Macak nggaya.

Kalau pun ditanya lagi: “Heleh, kenapa yang dibahas pertama soal utang-piutang to, Nduk? (Ceritanya sudah mulai akrab ini, hehe)”.

Maka saya akan langsung curhat saja ya, Bu? Tak berapa lama kemudian sesi curhat pun langsung dimulai.

“Karena saya ini anak seorang bapak yang menyandang gelar sebagai sandwich generation, Bu. Jadi mau tak mau saya jadi sering mendengar cerita heroik bapak yang sebegitu pontang-pantingnya membiayai keluarga sejak usia muda, tepatnya sejak lulus dari bangku Sekolah Menengah pertama (SMP)”.

Ceritanya Ngayal Ketemu Bu Sri Mulyani Saat Melihat Pameran Seni di Jogja (Dokumentasi Pribadi)

Ceritanya Ngayal Ketemu Bu Sri Mulyani Saat Melihat Pameran Seni di Jogja (Dokumentasi Pribadi)

Sebuah cerita yang kalau diingatkan lagi acap kali berhasil bikin gemes sendiri.

“Harap maklum ya, Bu. Setelah dewasa, saya baru tahu kalau bapak harus membiayai dua keluarga sekaligus.”

“Bukan! Keluarga kedua bukan datang karena adanya selingkuhan. Beban itu datang datang karena literasi keuangan keluarga yang kacau, ditambah rasio utang yang bikin pusiang (Bacanya pusing, Bu. Maaf saya terpaksa pakai bahasa selengek’an biar deg-degannya agak hilang)”.

“Meski tinggal di desa, konon kakek buyut saya itu dulunya termasuk orang yang cukup berada. Kalau dicompare di jaman sekarang, teman seprofesi kakek buyut saya umumnya punya tanah yang luasnya terbilang cukup lumayan. Sayangnya, akibat rasio hutang yang kebablasan, hal ini tidak berlaku di keluarga besar bapak”.

“Awal masalahnya terbilang klasik. Diawali dari gaya hidup serba ada, hingga lupa harus upgrade skill pribadi untuk bertahan sekaligus hidup mandiri. Ujungnya begitu mudah untuk ditebak. Karena semua saudara kakek menggantungkan hidup pada penghasilan eyang buyut saya, lama kelamaan harta yang ada tentu habis juga sih, Bu”.

“Alhasil tanpa perlu diminta, mau tak mau bapak saya kena “getahnya” juga. Sebagai anak pertama, bapak harus menanggung sebagian biaya hidup keluarga. Tidak terkecuali saat bapak memulai hidup baru usai menikah dengan ibu saya, Bu”.

“Jangankan dana darurat, tabungan saja nihil adanya. Belum lagi soal gaji yang harus dibagi (dengan keluarga kakek) sampai-sampai ada kebutuhan pribadi yang kadang tidak terpenuhi”.

“Saya itu jadi auto Bu sedih kalau teringat kejadian ini. Karena itulah saya percaya betul kalau rasio kesehatan utang itu menjadi salah satu penentu kebahagiaan seseorang”.

Rasio Kesehatan Hutang, Penentu Kebahagiaan Seseorang

“Sayangnya, saat setelah saya dewasa, soal utang-piutang ini masih menjadi topik yang begitu hangat diperbincangkan. Usut punya usut, ternyata beberapa teman dekat saya pernah dijerat hutang oleh teman sendiri, yang sebagian diantaranya bahkan belum dikembalikan”.

“Sampai-sampai teman baik saya tega membalas percakapan dengan jawaban:

“Ini aku ingetin untuk yang terakhir kalinya ya. Selanjutnya terserah. Itu urusanmu sama Tuhan”.

“Ngeri banget kan, Bu?”.

“Padahal teman saya yang hobi hutang tapi malas bayar ini penghasilannya terbilang lumayan. Sayangnya, meski dia kerja di tempat bonafit, gaya hidup yang salah membuat kondisi keuangannya jadi tidak fit. Semprulnya lagi, teman saya yang diutangi itu pernah memergoki kalau si pengutang habis jalan-jalan ke luar negeri”.

“Tahu gitu ya Ret, uangnya aku investasiin aja. Apalagi masa penawaran Saving Bond Retail (SBR) seri 007 kembali dibuka sampai 25 Juli kemarin  Dengan minimal pembelian di angka satu juta, kan lumayan ya kalau bisa taruh barang sepuluh juta. Bisa jadi tambahan dana pendidikan buat si kecil yang dua tahun lagi masuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Hitung-hitung buat ngamanin dana pribadi sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi negeri sendiri”, ujar  seorang kawan saya yang menjadi korban penipuan berkedok hutang.

“Aku ga masalah sih naro dikit-dikit dulu. Yang penting kan habbit investnya. Kalau sudah terbiasa biasanya harapannya nggak mudah tergoda jojan-jejen aja”, tambahnya sembari tertawa.

 Investasi sedikit demi sedikit toh lama-kelamaan bisa jadi “bukit” juga kan, Ret?”.

Mencicipi Yogya International Airport, Contoh Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Jogja (Dokumentasi Pribadi)

Mencicipi Yogya International Airport, Contoh Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Jogja (Dokumentasi Pribadi)

He’em. Kamu pasti ikutan bangga juga kalau dana investasi kita itu digunakan sebagai modal pembiayaan pembangunan infrastruktur di pelosok negeri”.

“Selain itu, setiap bulannya kita dapat menikmati kupon sesuai aturan yang telah diterbitkan! Sudah cuan, pengelolaan resiko dana investasi terbilang aman karena dikelola oleh negara. Saat jatuh tempo nanti, uang kita akan balik lagi”.

“Iya, Ret. Beda banget kalau ikut investasi bodong atau dipinjam tanpa jaminan macam….. Ah, sudahlah. Meski kata suamiku diminta buat mengikhlaska sajan, tapi jelas lah, aku nggak akan ikhlas. Jalan-jalannya bisa kok hutangnya pura-pura lupa”, ujarnya masih dengan nada marah lengkap dengan raut muka yang mulai memerah.

Kira-kira begitu Bu curhatan kami usai arisan siang ini”.

“Terima kasih ya sudah ikutan memikirkan negara. Dari mana lagi niat terbaik untuk membangun negeri kalau tidak dimulai dari diri sendiri?”, jawabnya santai tapi penuh makna.

Pencapaian SBR007 (Dokumentasi DJPPR Kemenkeu)

Pencapaian SBR007 (Dokumentasi DJPPR Kemenkeu)

“Nitip ucapan terima kasih juga ya pada teman-teman kamu yang sudah mempercayakan dana investasinya pada negara. Kabar baiknya, nilai investasi SBR007 yang dirilis Juli ini mencapai Rp 3.216.085.000.000 (tiga triliun dua ratus enam belas miliar delapan puluh lima juta rupiah) dengan jumlah investor sebanyak 15.023”. Jumlah yang menggembirakan untuk memperkuat berbagai program baik yang telah direncanakan pemerintah.

Ashiaaap, Bu”.

Ngobrolin Keuangan Bareng Teman-Teman

Sebagai mbak-mbak freelancer biasa, acap kali saya menyempatkan diri untuk sekedar haha-hihi dengan teman lama. Kabar baiknya obrolan kamu sering nyerempet perihal keuangan, mulai dari tips berhemat ala ibu rumah tangga, pembagian pos keuangan untuk mengamankan berbagai dana kebutuhan hingga perihal investasi yang tengah hits saat ini.

View this post on Instagram

Ngobrolin keuangan bareng teman-teman😁

A post shared by ~ Retno Septyorini ~ (@retnoseptyorini) on

Meski jarang terucap, setidaknya ada dua hal yang sama-sama kami syukuri. Pertama, kami tidak mengemban amanat sebagai sandwich generation yang terbebani kewajiban untuk menanggung sebagian kebutuhan orang tua ataupun saudara.

Hal kedua yang tidak kalah kami syukuri adalah kesempatan menikmati kehidupan di era keterbukaan informasi seperti saat ini. Istilahnya mau info apa, saja tinggal digoogling saja. Termasuk soal literasi keuangan yang informasinya terbuka begitu lebar.

Selain lebih mudah mencari acuan dalam mengatur perihal keuangan, kami menjadi lebih familiar dengan berbagai istilah ekonomi, mulai dari dana darurat, dana pendidikan, dana kesehatan, dana pensiun hingga perihal investasi yang tidak hanya berguna untuk masa depan diri sendiri, namun bisa turut andil dalam “membesarkan” negeri.

Jadi jangan kaget jika kini adik-adik mahasiswa, karyawan biasa atau bahkan ibu-ibu rumah tangga sudah mengetahui perihal Saving Bond Retail juga. Bahkan teman-teman saya yang melakoni pekerjaan sebagai ibu rumah tangga saja sudah banyak tahu soal SBR007 yang keluar bulan ini, mulai dari minimal jumlah investasi, nama mitra penjualan yang diajak kolaborasi, kupon yang didapat setiap sebulan sekali hingga perihal jatuh tempo tentang investasi yang satu ini.

Meski kerap dasteran saat di berada rumah, tapi jangan salah, mereka mulai bisa meraba besarnya dana pendidikan hingga beberapa contoh alokasi dana investasi yang dikelola negara. Apalagi ada diantara teman saya ini ada yang suaminya bekerja di kawasan Timur Indonesia. Jadi sedikit banyak melihat hasil pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah.

Jadi ya gitu deh, selain membekali diri dengan literasi keuangan yang memadai, dari bincang-bincang biasa inilah kami sepakat untuk jadi agent of change setidaknya dalam lingkaran pertemanan kecil kami. Contoh mudahnya sesederhana tidak mengijinkan hoax hadir di sekitar kita, termasuk di WAG (Whats Up Group) kami sekalipun.

Pilihan Investasi Aman yang Akan Keluar Usai Habis Masa PenawaranSBR007 (Dokumentasi DJPPR Kemenkeu)

Pilihan Investasi Aman yang Akan Keluar Usai Habis Masa PenawaranSBR007 (Dokumentasi DJPPR Kemenkeu)

Bagi kawan-kawan yang terlewat untuk invest SBR007, tahun ini masih ada kesempatan untuk membeli beberapa instrumen investasi aman lainnya yang akan dikeluarkan secara berkala mulai Bulan Agustus seperti ST005, SBR008, ORI016 dan ST006. Semoga bermanfaat ya man-teman semua. Sampai jumpa di Episode Me Time ke-2 ya! ^^

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog DJPPR bertema Heroes of The Nations yang diselenggarakan oleh DJPPR Kemenkeu.

Tags:

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment

About Me

Wiloke

Retno Septyorini

Welcome to my creative blog │ Content creator @halomasin │Talk about figure, wastra, travel &culinary│ Happy living in Jogja

About Me