KoranKaltim.Com: Mencerdaskan Indonesia Melalui Sajian Berita

Dalam sehari, berapa lama waktu yang disediakan teman-teman untuk membaca berita? Kalau saya sekitar satu setengah jam saja. Dengan alokasi waktu baca yang cukup terbatas inilah saya terbiasa selektif dalam memilih kanal berita yang akan disambangi.

***

Sebagai filter pertama, saya biasa memilih kanal berita yang terverifikasi oleh Dewan Pers. Alasannya sederhana saja. Saya tidak mau waktu saya terbuang sia-sia karena membaca berita yang tidak berimbang. Selain itu saya meyakini bahwa proses produksi berita pada media yang lolos verifikasi secara faktual oleh Dewan Pers adalah media yang kredibel, berintegritas. Dengan kata lain media tersebut sudah “layak baca” karena menyajikan konten yang patuh pada kode etik jurnalistik.

Di sisi lain, memfilter berita juga memudahkan saya untuk mengetahui selera editor pada masing-masing media. Harap maklum, memilih profesi di dunia kepenulisan menuntut saya untuk terampil membaca selera para editor. Siapa tahu selain dapat berkontribusi menyajikan berita sebagai bagian dari citizen journalism, suatu saat nanti saya bisa ditarik jadi kontributor lepas yang mengisi kolom berita di media favorit saya.

Apalagi kini mulai bertebaran lomba menulis untuk umum yang syaratnya wajib masuk media yang terdaftar di Dewan Pers. Kalau sudah tahu selera editornya, kan lumayan. Minimal bisa mengira-ira gambaran konten yang diterima pada masing-masing rubrik media. Kalau sudah lolos pada filter pertama, biasanya saya lanjut pada “saringan” selanjutnya. Apalagi kalau bukan tampilan visual dari suatu media.

Tiga tahunan ini saya hobi nebeng baca koran cetak di perpustakaan daerah. Namun pasca pandemi yang terjadi di awal tahun ini, sembilan bulan belakangan saya lebih memilih untuk membuka jendela dunia dengan membaca portal berita online. Kondisi pandemi memang memaksa kita untuk sebisa mungkin beraktivitas di rumah saja.

Selain untuk meminimalisir penularan Virus Covid-19, membaca kanal berita online juga dapat meminimalisir pengeluaran bulanan untuk sekedar membaca berita melalui media cetak. Kalau dihitung-hitung, harga langganan e-paper pada media online biasanya dibanderol lebih murah dari harga berlangganan koran cetak.

Sudah lebih murah, aksesnya terbilang lebih mudah. Tinggal isi paket data, berita baru sudah dapat diakses via layar gawai sejak pukul 00.01 waktu setempat. Tidak heran jika langganan e-paper kini menjadi lifestyle yang disukai oleh banyak “penikmat” berita.

***

Tiga tahun lalu, saat saya bertugas di Banjarmasin sebagai salah satu spesialis media sebuah program pemerintah, saya mulai mencatat daftar media yang ada di Pulau Kalimantan. Siapa tahu nantinya dapat dijajaki menjari menjadi media partner selama saya bertugas di kawasan berjuluk Kota Seribu Sungai ini.

Dari sinilah saya mengenal nama besar Koran Kaltim. Sebuah kanal berita kenamaan yang menjadi salah satu media terpercaya di kawasan Kalimantan, utamanya di propinsi Kalimantan Timur -Kalimantan Utara. Selain menawarkan akses berupa media cetak, Koran Kaltim juga memiliki website resmi yang dapat diakses kapan saja, dimana saja.

KoranKaltim.Com: Mencerdaskan Indonesia Melalui Sajian Berita
KoranKaltim.Com: Mencerdaskan Indonesia Melalui Sajian Berita

Di sela-sela menyebarkan berita kegiatan harian pada berbagai media inilah saya mulai membaca sajian informasi yang ada di kanal KoranKaltim.com. Karena tengah bergelut di bidang ekonomi kreatif, Kolom Ekonomi Bisnis dan Gaya Hidup menjadi bacaan favorit saya. Seingat saya ada beberapa catatan yang membuat saya cukup menyenangi pola berita yang disajikan oleh Tim KoranKaltim.com.

Pertama, judul dan isi beritanya berimbang. Tidak termakan oleh berita bohong ataupun clickbait yang semata-mata hanya peduli pada jumlah klik pembaca. Judul berita di atas contohnya. “RUU Minuman Beralkohol: Mabuk dan Mengganggu Ketertiban Umum Diancam 5 Tahun Penjara Atau Denda Rp 100 Juta”. Selain judulnya yang jelas dan tidak bombastis, isi beritanya pun tidak berat sebelah. Tidak ada “gangguan” bernama clickbait apalagi berita hoax.

Di sisi lain tampilan visual KoranKaltim.com yang jernih dengan pilihan layar putih memberi kesan ringan tatkala dipandang. Pendek kata, tampilan visual berita di kanal ini tidak bikin capek mata. Bahkan dibaca saat mati lampu pun tetap terasa nyaman.

Catatan kedua, berita di KoranKaltim.com terbilang pendek. Pas dengan selera milenial seperti saya yang menginginkan berita ringkas dan to the point. Tidak percaya? Coba saja klik salah satu berita di media kebanggaan Indonesia seperti contoh berikut ini:

KoranKaltim.Com: Mencerdaskan Pembaca Melalui Sajian Berita
KoranKaltim.Com: Mencerdaskan Pembaca Melalui Sajian Berita

Selain akses bukanya terbilang cepat (sekitar 5 detik saja), sajian berita di KoranKaltim.com dapat dituntaskan dalam waktu dua atau tiga menit saja. Sudah begitu, pilihan kalimatnya mudah dimengerti pula. Jadi selain kilat dalam membaca sajian berita, kilat pula dalam memahami “isiannya”.

Selain meminimalisir kesalahan penafsiran atas dikeluarkannya sebuah berita, penyajian konten berita yang mudah dipahami seperti yang redaksi KoranKaltim.com lakukan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas dalam memilah kanal berita yang akan “dinikmati”. Pendek kata, sajian berita yang demikian diharapkan dapat meminimalisir potensi akses berita bohong yang ada di sekitar kita.

KoranKaltim.com: "Jendela Dunia" Dalam Genggaman Pembaca
KoranKaltim.com: “Jendela Dunia” Dalam Genggaman Pembaca

Disadari atau tidak, pengalaman membaca yang menyenangkan biasanya mempengaruhi minat baca saya untuk mengklik berita lain yang terdapat dalam portal berita yang tengah saya baca. Sajian berita yang diproduksi “masak-masak” seperti ini saya rasa dapat menumbuhkan minat baca tidak hanya pada kaum milenial seperti saya, namun pada pembaca berita lintas generasi.

Catatan ketiga mengapa sajian KoranKaltim.com cocok dengan selera saya tidak lain karena portal berita ini terbilang minim gempuran iklan sehingga tidak mengganggu tampilan visual meski dibaca dari layar gawai. Hal ini menjadi salah satu poin penting yang saya apresiasi dari media yang sudah beroperasi sejak puluhan tahun silam tersebut.

Jadi, meski diproduksi secara lokal, namun tampilan visual KoranKaltim.com tidak kalah dengan media berskala global sekalipun. Dengan berbagai alasan inilah KoranKaltim.com kerap menjadi acuan saya untuk menggali referensi baik untuk menambah informasi terkait penulisan catatan perjalanan maupun kreasi outfit berbahan kain tradisional yang tengah saya kerjakan.

***

Saat portal “jendela dunia” itu berhasil membuka wacana para pembaca di berbagai sudut nusantara, sudah sepantasnya bukan jika KoranKaltim.com layak disebut sebagai salah satu media yang berkontribusi dalam mencerdaskan Indonesia melalui sajian berita?

Salam hangat dari Jogja,

-Retno-

Retno Septyorini

Perkenalkan, nama saya Retno Septyorini, biasa dipanggil Retno. Saya seorang content creator dari Jogja. Suka cerita, makan & jalan-jalan. Kalau ke Jogja bisa kabar-kabar ya..

YOU MIGHT ALSO LIKE

No Comment

Leaver your comment